Vaksinasi PCV, Untuk Siapa?

Infeksi pneumokokus dapat menular melalui napas atau kontak mulut dari manusia ke manusia. Misalnya saat batuk atau bersin, serta berbagi mainan, minuman atau makanan dari satu gelas atau piring. Meski demikian, banyak orang yang dapat membawa kuman ini tanpa mengalami sakit. Oleh karena itu, kita tidak dapat memastikan apakah anak sudah aman dari pneumokokus.

Karena infeksi pneumokokus sangat berbahaya, maka anak-anak dengan kondisi khusus dianjurkan untuk mendapat vaksinasi PCV, Misalnya pada mereka yang menderita penyakit paru dan jantung kronis, penyakit hati, penyakit ginjal, diabetes, anemia sickle cell, kebocoran cairan serebrospinal, HIV, penerima organ, menggunakan implan koklea, serta yang daya tahan tubuhnya jelek akibat keganasan dan terapi steroid.

Vaksinasi PCV juga dianjurkan untuk anak yang rentan mengalami penularan. Di antaranya anak yang hidup bersama dengan sejumlah orang dewasa, terutama perokok, dan sering dititipkan di tempat penitipan anak.

Kapan diberikan

PCV boleh diberikan pada usia 6 minggu sampai 5 tahun untuk mencegah penyakit berbahaya dan infeksi pada telinga. Saat ini, di Indonesia ada dua vaksin PCV, yaitu yang melindungi terhadap 7 strain dan 13 jenis strain Streptococcus pneumoniae yang paling sering dijumpai.

Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), PCV diberikan sebanyak 3 kali sebelum bayi berusia 1 tahun, yaitu pada usia 2, 4, dan 6 bulan dengan jarak dua bulan. Vaksin diulang kembali pada saat bayi berusia 12-15 bulan. Vaksin ini sifatnya rutin, jadi belum diwajibkan oleh pemerintah. Dengan demikian, vaksin ini juga belum dapat diperoleh di Puskesmas. Jika ayah dan bunda ingin anak mendapat PCV, maka vaksinasi dapat dilakukan di sarana pelayanan kesehatan swasta.

Adakah efek sampingnya?

Efek samping yang paling sering terjadi adalah nyeri, bengkak, dan merah di daerah bekas suntikan. Ada juga efek samping serius yang dapat terjadi, seperti bronkiolitis, gastroenteritis, dan pnumonia. Meski sangat kecil kemungkinannya, orang tua tetap perlu waspada jika anak sesak, mual, atau muntah setelah divaksinasi. Anak juga dapat mengalami demam, jadi banyak atau kurang tidur, serta terganggu nafsu makannya. PCV tidak boleh diberikan pada anak yang memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap PCV atau vaksin yang mengandung difteria-toksoid.

POST REPLY

IMG-20180712-WA0011