Dokter Sunat Berpengalaman, Minimalkan Risiko Komplikasi

Sebagai orang tua, terlebih yang memiliki anak laki-laki tentunya pernah atau akan mengalami menyunat anaknya. Tapi kepada siapa kita harus menyunatkan anak kita itu yang harus kita mantapkan. Di luar negri, kebanyakan orang tua menyunatkan anaknya saat usia anak masih bayi, sementara di Indonesia, kebanyakan tindakan sirkumsisi dilakukan pada usia anak-anak.

Di luar negri tindakan sunat dilakukan oleh dokter spesialis urologi, dokter keluarga, atau dokter bedah anak. Sementara di Indonesia khitan dilakukan oleh dokter umum, dokter spesialis bedah, dokter bedah anak, dokter bedah plastic, dokter spesilais urologi merekalah yang seseungguhnya memiliki kompetensi melakukan tindakan bedah minor.

Tindakan sunat pada bayi dan anak hanya bisa dilakukan saat anak dalam kondisi sehat, hal ini disebabkan karena prosedur sirkumsisi itu menyakitkan, sehingga dibutuhkan beberapa jenis obat penghilang rasa sakit dan juga prosedur anastesi local. Anastesi local yang dimaksud dapat berupa krim anastesi, suntikan anastesi disekitar penis atau dengan teknologi suntikan tanpa jarum suntik (free needle injection).

Metode yang digunakan juga cukup banyak, mulai dari metode sunat konvensional, penggunaan klem, plastibel. Klem digunakan untuk menghentikan perdarahan. Pasca pemasangan klem di prepusium, kulit kulup selanjutnya dipotong. Teknik ini memiliki keunggulan estetika yang lebih baik dibanding metode konvensional maupun electric cauterization (EC).

Saat tindakan sunat dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang baik. Sunat umumnya sangat minim komplikasi. Komplikasi yang dimaksud meliputi perdarahan dan infeksi. Perawatan yang tepat pasca sirkumsisi juga dapat mengurangi masalah komplikasi yang dapat muncul. Umumnya paska tindakan sirkumsisi dokter akan menyarankan beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan di rumah, dan yang paling penting adalah menjaga area penis tetap bersih.

Orang tua tak perlu khawatir jika melihat kepala penis anak Anda terlihat begitu merah, pasca sunat mungkin ada sedikit darah keluar, disertai dengan sedikit cairan berwarna kuning di area bekas luka sirkumsisi kondisi ini merupakan kondisi normal yang tidak perlu di khwatirkan orang tua. Luka sirkumsisi akan kembali normal setelah 2 minggu.

Jika Anda memilih melakukan tindakan sirkumsisi pada saat bayi, atau anak belum tengkurap. Memeluk erat bayi Anda dan menyusuinya dapat membantu meredakan rasa sakit yang dialami anak. Tidak ada diet atau terapi khusus pasca tindakan sirkumsisi dilakukan, luka sunat umumnya dapat sembuh dalam waktu beberapa minggu.

POST REPLY

IMG-20180712-WA0011