Khitan Bayi tidak Perlu Antibiotik dan Dressing

Khitan merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk menghilangkan kulit kulup, pada penis. Di mesir kuno tindakan sirkumsisi dilakukan untuk tujuan meningkatkan hygiene kelamin laki-laki. Secara medis individu yang tidak melakukan tindakan sirkumsisi memiliki peningkatan risiko terjadinya inflamasi pada batang penis, selain itu dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

Tindakan sirkumsisi dalam beberapa literature juga mampu menurunkan risiko terjadinya human immunodeficiency virus (HIV). Meski demikian tindakan ini juga memiliki risiko, diantaranya perdarahan, infeksi paska sirkumsisi, dan juga nyeri paska tindakan sirkumsisi. Sementara issue yang menyebutkan bahwa tindakan sirkumsisi akan berdampak pada sensitifitas seksual dan kenikmatan seksual di kemudian hari ternyata belum bisa dibuktikan secara ilmiah, karena tidak ada perbedaan antara yang sudah di sirkumsisi dengan yang tidak.

Pada bayi, beberapa teknik sirkumsisi yang umum dilakukan diantaranya gomco clamp teknik, mogen clam teknik, plastibell teknik, dorsal slit teknik dan bone cutting atau metode guillotine.

Belum lama ini, dr. Gamal A Makhlouf dari departemen bedah fakultas kedokteran universitas Assiut, Mesir, melakukan percobaaan menggunakan teknik electro cauterization (EC) pada 518 bayi. Dalam penelitian ini pasien dilakukan anastesi local dengan lidocaine hydrochloride 1%, yang disuntikan pada arah jam 10 dan 2. Anastesi dilakukan setidaknya 3 – 8 menit sebelum tindakan sirkumsisi dilakukan. Kulit kulup yang akan dilakukan sirkumsisi dibersikan dengan larutan povidone iodine, demikian halnya dengan batang penis bayi.

Dalam penelitian ini, sirkumsisi menggunakan electric cauterization (EC), pada bayi kurang dari 1 tahun tidak membutuhkan dressing (balutan perban) apapun. Xylocaine gel diaplikasikan pada batang penis anak. Paska sirkumsisi bayi diberikan parasetamol cair dan supositoria setiap 12 jam. Fusidic acid juga diberikan pada luka sirkumsisi empat kali dalam sehari selama 3 hari. Dalam penelitian ini antibiotic dan obat anti inflamasi juga tidak diberikan. Bayi setiap hari disarankan mandi menggunakan air hangat tanpa antiseptic.

POST REPLY