Anak Diabetes, Jangan “Takut”

Diabetes yang disandang anak umumnya merupakan diabetes tipe 1, kondisi ini memerlukan pemantauan lebih sering terhadap glukosa darah dibanding dengan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 harus dikontrol menggunakan insulin, yang dosisnya disesuaikan berdasarkan usia, aktivitas, kondisi, dan makanan yang diasup oleh anak.

syringe-1884784_1920Namun, seringkali orang tua menjadi kuatir, dan terbawa pada istilah diet diabetes. Padahal, pola makan anak dengan diabetes bertujuan sama dengan anak yang tidak menderita diabetes, yaitu menjaga tubuh agar tetap kuat, untuk menunjang pertumbuhan, serta agar anak dapat mencapai berat badan yang sehat. Dengan kata lain anak dengan diabetes harus tetap tumbuh optimal, sama seperti anak tanpa diabetes.

Seperti anak-anak pada umumnya, anak dengan diabetes memiliki tantangan untuk selalu makan makanan sehat. Hanya saja, orang tua dan anak perlu lebih pintar dalam memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang diasup. Terutama pada makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, termasuk makanan yang manis-manis.

Gizi seimbang dengan piramida makanan

Tidak ada yang namanya diet diabetes, yang terpenting adalah menjaga keseimbangan nutrisi yang diasup oleh anak. Tidak ada panduan kaku yang membatasi jenis makanan. Anda dapat mengajak anak untuk mengatur dietnya sendiri secara fleksibel dan tetap memiliki gizi seimbang. Gizi seimbang di sini, terdapat dalam konsep piramida makanan. Yaitu dengan lemak 25-30%, diikuti oleh protein 10-20% dari produk susu, daging, ikan, telur, kemudian sayur mayur dan buah-buahan. Lalu dengan porsi yang paling besar adalah karbohidrat.

Pada intinya, ada 3 jenis nutrisi yang terkandung di dalam makanan, yaitu lemak, protein, dan karbohidrat. Lemak dalam jumlah kecil, umumnya tidak akan mempengaruhi kadar glukosa darah. Namun, lemak merupakan zat yang sulit dicerna. Pada saat anak makan makanan yang tinggi lemak, glukosa darah dapat meningkat selama 12 jam berikutnya. Protein juga umumnya tidak akan meningkatkan glukosa darah, jika dimakan dengan jumlah wajar. Sedangkan yang paling berpengaruh terhadap kadar glukosa darah adalah karbohidrat. Ini karena, karbohidrat akan dipecah oleh tubuh menjadi glukosa, dan masuk ke dalam darah segera setelah makan. Oleh karena itu, sebaiknya pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan sebelum makan dan 2 jam setelah makan. Idealnya, hasil pemeriksaan setelah makan memiliki nilai 30-50 lebih tinggi dibanding sebelum makan. Jika tidak, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap jumlah asupan karbohidrat atau dosis insulin yang diberikan.

Dalam perencanaan makan, juga perlu diingat serat dalam makanan. Serat terdapat dalam buah-buahan, sayur mayur, dan gandum utuh. Serat ini penting di dalam memperbaiki kadar glukosa darah, karena melepas glukosa secara perlahan. Ia juga membantu menurunkan kadar kolesterol dan membantu menjaga berat badan yang sehat. Saat ini terdapat beberapa produk makanan yang mengandung serat sintetis, namun manfaatnya mungkin tidak sama dengan serat alami.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemanis buatan, seperti sorbitol, isomalt, xylitol, dan lain-lain. Pemanis ini banyak digunakan pada produk untuk penderita diabetes, karena tidak menyebabkan peningkatan glukosa darah secara cepat. Namun pada anak dengan diabetes tipe 1, bila dikonsumsi secara berlebihan ia dapat meningkatkan kadar glukosa darah.

POST REPLY