Diagnosis Hingga Terapi Kanker Empedu

Untuk memastikan ada tidaknya kanker pada kandung empedu, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan tambahan menggunakan alat pencitraan seperti USG, CT Scan, MRI, PET- CT, serta serangkaian pemeriksaan laboratorium.

cancer-2307897_1920USG dapat digunakan untuk melihat ukuran lesi atau kelainan pada kandung empedu, memastikan ada tidaknya kanker, dan memeriksa apakah ada penyebaran sel kanker ke kelenjar getah bening dan hati. Jika pada USG ditemukan lesi yang diduga kuat kanker empedu, maka pemeriksaan selanjutnya dilakukan melalui CT-Scan dengan kontras (zat yang disuntikkan ke pembuluh darah). Dengan demikian, dapat dilihat apakah tumor telah menyebar ke hati atau menyebar ke kelenjar getah bening. Demikian pula dengan pemeriksaan MRI, bertujuan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke hati. MRI juga dapat dipertimbangkan jika penderita mengalami kuning akibat penyumbatan.

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah PET-CT, yang berguna untuk memastikan letak dan lokasi lesi pada kandung empedu, serta membantu memastikan apakah ada lesi di bagian lain. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memeriksa tumor marker guna menegakkan diagnosis kanker kandung empedu.

Terapi

Pengobatan kanker empedu yang ada saat ini terutama adalah melalui pembedahan atau operasi. Setelah itu, baru dilakukan radioterapi (terapi penyinaran), kemoterapi (terapi obat-obatan), atau yang terbaru menggunakan terapi target.

Tindakan pertama berupa pembedahan, yaitu pengangkatan kandung empedu dan perluasan kandung empedu. Jika kanker luas, maka mungkin diperlukan pengangkatan sebagian organ yang berdekatan di sekitarnya. Sayangnya, hanya sekitar 10-25% kasus kanker kandung empedu yang dapat menjalani pengangkatan tumor secara total. Selain itu, pembedahan ini biasanya cukup mahal, karena melibatkan tidak hanya kandung empedu, namun juga kelenjar getah bening di sekitarnya, serta sebagian jaringan hati yang ikut terkena kanker. Pada beberapa kasus, pembedahan ini tidak dapat dilakukan dengan sempurna meski ada berbagai teknik operasi yang telah dikembangkan. Untuk itu, baru dilakukan radioterapi pada bagian yang tersisa atau kanker yang tumbuh kembali. Radioterapi berupa penyinaran radiasi tingkat tinggi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Sedangkan kemoterapi diberikan melalui obat minum atau melalui infus pada pembuluh darah. Dengan demikian, obat diharapkan dapat mencapai seluruh bagian tubuh melalui arus peredaran darah, guna melawan kanker dan anak sebarnya.

Pada kanker kandung empedu, ada yang disebut sebagai terapi gen bertarget. Terapi target ini dilakukan dengan memberikan obat khusus, yang akan membunuh sel kanker secara selektif, yaitu hanya bekerja pada sel kanker yang tepat untuk dibunuh.

POST REPLY