Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut pada Lansia

Tak bisa dipungkiri, dengan adanya penuaan, makin banyak juga masalah kesehatan yang dialami mereka kelompok lanjut usia (lansia). Hal ini juga terjadi pada bagian mulut dan gigi kelompok lanjut usia, diantaranya; perubahan warna gigi yang menjadi gelap akibat perubahan struktur dalam gigi dan konsumsi makanan dan minuman tertentu dalam jangka panjang. Mulut kering akibat penyakit, obat-obatan, dan terapi kanker. Berkurangnya rasa pengecap, pembusukan akar gigi, masalah pada gusi. Gigi tanggal dan rahang yang tidak seimbang akibat perbedaan jumlah gigi, radang mulut akibat penggunaan gigi palsu dan infeksi jamur.

Kunci untuk menjaga kesehatan mulut pada lansia adalah menjaga kebiasaan makan, penggunaan pasta gigi berfluorida secara teratur, perawatan gigi palsu, dan pemeriksaan gigi secara rutin. Lansia seringkali lebih suka mengudap dibanding makan tiga kali sehari. Kudapan, terutama yang manis-manis akan meningkatkan keasaman di mulut. Oleh karena itu, pada lansia yang kurang produksi air liurnya dianjurkan untuk menggunakan liur buatan, menggunakan pemanis buatan jika membuat teh atau kopi, mengunyah permen karet tanpa gula, dan mengurangi mengemil makanan manis.

Dalam kondisi seperti ini, fluoride penting untuk mencegah kerusakan gigi pada lansia. Permukaan gigi dilapisi oleh kristal yang tersusun atas kalsium, fosfat, dan ion hidroksida. Dalam keadaan asam, zat-zat ini akan terlepas dari permukaan gigi. Menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung fluoride setiap setelah makan akan memulihkan dan membentuk kristal ini kembali. Untuk menghindari gangguan pada gusi dan gigi, para lanjut usia juga dapat menggunakan obat kumur secara teratur terutama setelah makan siang.

POST REPLY