Operasi, Perlu atau Tidak?

Anda dianjurkan dokter untuk menjalani operasi bedah? Anda tidak sendirian. Ratusan orang mungkin menghadapi hal yang sama seperti anda. Operasi atau pembedahan memang seringkali terdengar menakutkan. Kalau bisa, tidak usah dioperasi, deh. Lalu apa benar tidak ada jalan lain selain operasi? Menghadapi operasi bisa jadi hal yang membingungkan. Yuk, kita intip jawaban dari pertanyaan yang sering muncul di saat kita mendengar kata operasi.

Dok, kenapa saya perlu dioperasi?

Ada banyak alasan mengapa seseorang perlu berhadapan dengan pisau operasi. Mulai dari menghilangkan benjolan, mengurangi nyeri, gangguan gerak pada lengan atau kaki, sampai operasi pada organ dalam, termasuk otak. Selain untuk memperbaiki masalah kesehatan, ada juga jenis operasi yang dilakukan untuk mencaritahu masalah yang terjadi di dalam tubuh.

Jangan takut bertanya pada dokter, apa alasan anda dioperasi. Semakin jelas alasannya, anda tentu merasa lebih tenang dan rasa takut perlahan menghilang. Tanyakan juga operasi apa yang dianjurkan dokter. Minta penjelasan apa yang dilakukan dokter saat operasi berlangsung. Cari tahu juga apakah ada teknik operasi lain, yang tergolong memiliki sayatan lebih kecil. Operasi seperti ini dapat dilakukan menggunakan alat bernama laparoskopi. Karena sayatan yang lebih kecil, kemungkinan anda pun jadi lebih cepat pulih. Meski demikian, operasi ini biasanya lebih mahal, tidak tersedia di semua rumah sakit, dan tidak bisa atau kurang baik untuk semua jenis operasi. Oleh karena itu, tanyakan kenapa teknik operasi tersebut yang dipilih oleh dokter.

Apakah tidak ada jalan lain selain operasi?

Ibarat banyak jalan menuju ke Roma, anda pasti berharap ada jalan lain menuju sehat selain operasi. Terkadang, operasi bukan satu-satunya jawaban dari gangguan kesehatan yang kita alami. Dengan obat atau perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, juga mungkin dapat membantu. Oleh karena itu, pertimbangan untuk dilakukan atau tidaknya operasi harus juga menimbang efektivitas dari terapi non-operasi ini.

Perlu diketahui dokter dapat menganjurkan operasi karena menimbang beberapa hal. Bisa jadi operasi merupakan satu-satunya jalan, karena jika tidak dioperasi penyakit akan bertambah berat, atau mungkin karena menunggu obat bekerja pasien akan keburu bertambah parah atau bahkan meninggal. Untuk itu, timbul istilah operasi elektif dan operasi emergensi.

Operasi elektif adalah jenis operasi yang tidak harus dilakukan dengan segera, dan boleh dilakukan ataupun tidak karena tidak mengancam jiwa. Banyak operasi yang termasuk jenis ini, misalnya operasi menghilangkan tahi lalat, operasi plastik, operasi katarak, atau operasi benjolan kecil di permukaan tubuh.

Yang ke dua adalah operasi semi-elektif, yaitu operasi yang harus dilakukan untuk kelangsungan hidup pasien, namun tidak perlu dilakukan dengan segera. Contohnya adalah operasi pengeluaran batu ginjal, operasi patah tulang tanpa komplikasi, dan beberapa jenis operasi jantung. Operasi ini bisa menunggu jika kondisi pasien tidak stabil atau kurang baik untuk menjalani operasi. Misalnya wanita yang sedang hamil, sebaiknya menunggu sampai bayi lahir.

Dan yang paling penting adalah operasi emergensi atau Cito. Operasi ini harus dilakukan dengan segera, atau paling tidak sampai kondisi pasien stabil secara umum. Operasi ini tidak dapat ditunda-tunda dan tidak bisa ditawar. Karena jika tidak segera dioperasi, pasien dapat mengalami kecacatan permanen atau kematian. Yang termasuk di antaranya adalah operasi usus buntu, operasi stroke, dan operasi perdarahan organ dalam yang luas. Operasi langsung dilakukan begitu dokter bedah tersedia, setidaknya dalam waktu 48 jam.

Meski telah dibagi-bagi ke dalam tiga golongan di atas, kita tidak dapat mengambil keputusan hanya berdasar diagnosis saja. Perlu tidaknya seseorang dioperasi tidak sama satu sama lain. Ini semua bergantung pada berbagai pertimbangan terhadap manfaat dan risiko. Di antaranya usia, kondisi umum pasien, sadar atau tidak sadar, dan beratnya penyakit. Status urgensi juga dapat berubah, terutama pada kasus yang semi-elektif. Pada kasus elektif, jika anda memilih untuk tidak dioperasi, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter secara rutin atau jika sakit bertambah berat.

POST REPLY

IMG-20180712-WA0011