Perawatan Sunat Klemp

Bahagia serta haru melihat buah hati kita telah menjalani proses sirkumsisi/ sunat hampir dirasakan setiap orang tua yang mengkhitankan anaknya. Namun tak sampai cukup disini sebagai orang tua kita harus melanjutkan proses perawatan paska khitan di rumah.

foto - banner lowresBagi mereka yang tidak pernah bersinggungan dengan dunia kesehatan, proses perawatan paska Khitan ini bisa menjadi bagian yang sangat menakutkan. Selain harus dilakukan ekstra hati-hati karena kemungkinan rasa sakit yang masih dirasakan anak, tentunya sebagai orang tua tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena perawatan paska khitan yang dilakukan tidak tepat.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua setelah anak melakukan sirkumsisi dengan metode klem, diantaranya;

  1. Minum obat anti nyeri dan obat anti inflamasi (mengurangi pembengkakan), sesuai dosis yang dianjurkan dokter, obat bisa berbentuk tablet atau sirup dan umumnya diberikan kepada anak setelah makan. Jika anak sudah tidak mengalami rasa nyeri atau tidak bengkak lagi, pemberian kedua obat ini dapat dihentikan. Dalam prakteknya, pemberian obat anti nyeri dilakukan karena efek obat bius yang diberikan saat proses sirkumsisi hanya bertahan antara 2 sampai 4 jam. Pada kondisi tertentu, pemberian obat anti nyeri ketoprofen suppositoria dapat diberikan paska sunat 8 – 12 jam atau pada malam harinya, terutama saat anak merasakan nyeri hebat. Perlu diingat ketoprofen suppositoria diberikan dengan cara dimasukan melalui dubur/ anus anak.
  2. Paska sirkumsisi menggunakan klem, anak tetap dianjurkan mandi seperti biasa. Mandi sebaiknya menggunakan sabun antiseptik.
  3. Setelah mandi, atau buang air kecil jangan lupa untuk selalu mengkeringkan dan bersihkan tabung klem bagian luar dan dalam. Sebelum membersihkan klem, orang tua sebaiknya membersihkan tangannya dahulu menggunakan Hand sanitizer.
  4. Pembersihan klem dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan Air steril menggunakan syringe ke bagian dalam tabung klem. Untuk lebih menjaga kebersihannya, bilas tabung klem menggunakan cairan NaCl dengan bantuan syringe. Kemudian jangan lupa untuk mengeringkan bagian dalam tabung menggunakan cotton bud. Dan untuk mengeringkan bagian luar tabung, orang tua cukup menggunakan tissue kering. Usahakan saat membilas bagian dalam tabung klem dengan cairan NaCl tidak mengenai kepala penis.
  5. Satu hal lagi yang perlu diingat orang tua adalah jadwal pelepasan tabung klem, yang biasanya dilakukan 5 – 7 hari paska tindakan sirkumsisi. Sebelum datang ke klinik, pasien sunat disarankan untuk merendam penisnya menggunakan air hangat selama kurang lebih 30 – 60 menit. Hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan serta mengurangi rasa nyeri saat proses pelepasan klem oleh dokter dilakukan. Umumnya kulit yang mengalami nekrosis akan menempel pada tabung, dengan berendam kulit menjadi lembut sehingga memudahkan dokter melepaskannya. Jangan lupa setelah berendam orang tua juga harus memasukan ketoprofen suppositoria, kedalam dubur anak. Untuk mengurangi rasa sakit saat proses pelepasan klem dilakukan. Atau jika memang tidak memiliki ketoprofen suppositoria, pasien boleh mengkonsumsi obat menghilang rasa sakit oral/ sirup saat akan berangkat ke klinik untuk melepaskan tabung. Orang tua tak perlu khawatir, proses pelepasan tabung tidak membutuhkan waktu lama, hanya berkisar antara 2-3 menit.

Perawatan Paska Pelepasan Klem

Paska pelepasan tabung klem oleh dokter yang biasanya dilakukan 5 – 7 hari setelah tindakan sirkumsisi dilakukan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatian oleh orang tua diantaranya;

  1. Paska pelepasan klem, anak tidak disarankan mandi minimal selama 3 hari setelah tabung dilepas. Hal ini ditujukan agar supaya luka sunat (jaringan nekrotik) tidak basah, jaringan nekrotik yang basah dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Anak diperbolehkan mandi, tetapi harus menggunakan celana plastik agar penis atau jaringan nekrotik tidak terkena air dan tetap kering. Dapat pula orang tua menyekah anaknya menggunakan wash lap yang dibasahi air.
  2. Selanjutnya ambil kasa dan balurkan cairan Povidone-iodine pada kasa tersebut. Kemudian panjangkan kasa kira-kira melingkari penis anak. Kompres jaringan nekrotik sekeliling penis dengan kasa berpovidone-iodine selama 3 – 5 menit. Berikan sedikit penekanan/ pijatan lembut di bagian penis anak yang mengalami nekrosis, agar supaya Povidone-iodine terserap masuk kedalam serta menghindari terjadinya pembengkakan. Tindakan ini dilakukan minimal 3 kali dalam sehari, setiap setelah mandi, atau saat jaringan nekrotik terkena air atau kencing.
  3. Setelah tabung dilepas pasien bisa menggunakan celana sunat untuk melindungi batang penis dan luka nekrotik paska khitan dari gesekan atau benturan.
  4. Perubahan warna jaringan nekrotik umumnya terjadi, dari semula berwarna hitam menjadi kekuning-kuningan. Tak perlu khawatir karena ini merupakan bagian dari proses penyembuhan.
  5. Umumnya jaringan nekrotik akan hilang sepenuhnya setelah 10 – 14 hari paska pelepasan klem, orang tua tak perlu khawatir akan kondisi anaknya.

Tidak menutup kemungkinan, karena anak-anak umumnya memiliki aktivitas yang banyak, jaringan nekrotik dapat terkelupas sebelum waktunya. Hal ini menjadikan luka nekrotik mengalami sedikit perdarahan. Tak perlu khawatir Ayah/ Bunda bisa mengatasinya dengan cara membubuhkan Povidone-iodine pada kasa steril tempelkan kasa tersebut pada area yang berdarah dengan sedikit penekanan tahan selama 3 menit. Ulangi minimal 3 kali, hingga perdarahan benar-benar berhenti.

POST REPLY