Rambut Rontok, Kulit Kering Efek Samping Kemoterapi

Kanker, siapa yang tak takut mendengar kalimat ini, selain komplikasi yang dapat menghilangkan nyawa, pengobatan yang mahal menjadi hal yang tidak diharapkan pasien. Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan terjadinya kanker, diantaranya; gaya hidup yang tidak sehat, merokok dan faktor genetik. Disisi lain derita selama kanker menyerang memberikan ketakuan tersendiri pada seseorang.

Ketika teman atau saudara kita mengalami kanker, kita pasti akan berpikir bahwa pasien nantinya akan mendapat kemoterapi. Ternyata itu tidak selalu benar, karena beberapa modalitas lain untuk pengobatan kanker masih bisa digunakan seperti radiasi (penyinaran) bedah, dan yang terbaru adalah terapi target.

Penentuan terapi apa yang tepat untuk dilakukan pada seorang pasien akan dilakukan dokter ketika diagnosis sudah ditegakkan, selanjutnya terapi akan dilakukan sesuai dengan gudeline penanganan kanker yang sudah ada di setiap negara atau bahkan mengacu pada guideline internasioal. Tidak menutup kemungkinan dilakukan kombinasi dari beberapa terapi yang ada seperti; kemoradiasi yang menggabungkan kemoterapi dengan radiasi atau terapi sinar.

Baik kemoterapi, maupun terapi penyinaran diketahui memiliki beberapa efek samping. Seperti mual, rambut rontok, kulit menjadi kering dan beberapa efeksamping lain. Tetapi ada juga rejimen kemoterapi yang sangat minim memberikan efeksamping, namun rejimen ini lebih mahal dari pada kemoterapi lain yang biasa digunakan.

Selain kemoterapi yang mahal untuk meminimalkan efek samping seperti dikatakan sebelumnya, ternyata ada terapi terbaru untuk kenker yang dinamakan sebagai terapi target. Dikatakan bahwa terapi target lebih efektif daripada kemoterapi karena hanya akan menyerang sel-sel kanker tanpa merusak sel-sel normal, sehingga meminimalkan efek samping.

POST REPLY

IMG-20180712-WA0011