Vaginoplasti, Labiaplasti dan Himenoplasti

Vaginoplasti dapat dilakukan dengan atau tanpa laser. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki otot-otot panggul dan memperbaiki vagina setelah melahirkan, mengencangkan vagina, dan memperbaiki inkontinensia urin (mengompol). Gangguan dapat terjadi akibat melahirkan, penuaan, gangguan hormonal, riwayat merokok, dan kenaikan atau penurunan berat badan yang signifikan.

gallery-2932005_1920Vaginoplasti dapat membantu fungsi seksual, dengan meningkatkan cengkraman vagina selam hubungan seksual. Namun ia tidak dapat memperbaiki gangguan yang disebabkan oleh disfungsi dan kurangnya hasrat seksual. Perbaikan terutama dilakukan pada saluran vagina dan mulut vagina. Saluran vagina memiliki permukaan yang tidak rata. Pada kondisi tertentu, permukaan menjadi licin sehingga mengurangi sensasi gesekan selama berhubungan. Hal ini dapat diperbaiki menggunakan teknik laser. Setelah operasi, saluran vagina menjadi lebih kencang dan mulut vagina menjadi lebih sempit sehingga meningkatkan sensasi seksual bagi wanita maupun pasangannya.

Labiaplasti

Tindakan mengurangi sebagian labia atau bibir vagina, bertujuan untuk memperbaiki bentuknya, sehingga bibir vagina dalam tidak menonjol ke luar. Prosedur dapat dilakukan dengan atau tanpa pengurangan jaringan klitoris. Labiaplasti dapat juga dilakukan dengan menghilangkan lemak berlebih di daerah vagina untuk meningkatkan kenyamanan dan bentuk vagina yang terlihat lebih muda.

Labiaplasti dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi. Selain itu, daerah yang berwarna gelap dapat dihilangkan sehingga tampak lebih muda. Penyedotan lemak juga dapat dilakukan pada bagian di atas vagina atau mons pubis, yaitu daerah yang tertutupi oleh rambut kemaluan. Lemak ini dapat disuntikkan ke bagian lain guna mendapatkan penampilan vagina yang diinginkan.

Pada dasarnya perbaikan dapat dilakukan bukan hanya pada bibir vagina, namun pada penampilan bagina luar vagina secara keseluruhan. Di sini termasuk juga daerah mons pubis, selaput dara, perineum (daerah antara vagina dan anus).

Himenoplasti

Merupakan tindakan rekonstruksi selaput dara. Disebut juga dengan perbaikan himen atau rekonstruksi himen. Tepi dari robekan-robekan selaput dara disatukan kembali, sehingga tidak tampak bekas luka dan selaput dara menjadi utuh kembali. Setelah sembuh, jika pasien melakukan hubungan seksual maka selaput dara akan robek kembali, menyebabkan rasa nyeri dan timbulnya darah.

Himenoplasti dapat dilakukan dalam waktu 30-45 menit tanpa perlu dirawat inap. Di Indonesia, pasien hanya dapat melakukan himenoplasti jika didampingi dan mendapat persetujuan dari orang tuanya. Proses penyembuhan akan berlangsung sekitar 6-8 minggu.

Perawatan setelah operasi

Setelah prosedur dilakukan, tentunya pasien perlu menjaga kebersihan di daerah intim. Hal ini dapat dilakukan dengan pencucian menggunakan cairan antiseptik atau losion pembersih. Hal ini untuk menjaga vagina agar tidak terinfeksi, terutama setelah terkena air seni. Pada beberapa kasus, pasien mungkin memerlukan pemasangan selang kencing atau kateter sementara waktu.

Pasien juga dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang longgar, termasuk celana dalam katun yang longgar untuk mencegah cedera dan mempercepat penyembuhan. Untuk vaginoplasti, pasien dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual setidaknya selama 6 minggu untuk memastikan bahwa luka bekas operasi telah sembuh.

POST REPLY

meme VR - 2