Jagoanku Belum Ada Tanda Pertumbuhan Seks Sekunder

Jagoan saat ini sudah lebih dari 14 tahun, tapi sehelai kumis pun tidak ada. Tanda-tanda seperti rambut ketiak, rambut kemaluan, otot-otot, serta tinggi badannya juga belum kunjung muncul. Ingin rasanya membawa si abang ke dokter, tapi dokter apa?

Untuk masalah ini, dokter ahli endokrin bisa membantu orang tua mendapatkan jawabannya. Dokter umumnya akan mengajukan beberapa pertanyaan, melakukan pemeriksaan fisik, serta melakukan beberapa tes laboratorium untuk mencari penyebab mengapa pubertas belum juga terjadi. Namun, jika tanda-tanda seks sekunder sudah muncul dan masa pubernya sudah lewat tetapi suara tetap cempreng, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter THT. Dokter THT akan memeriksa apakah terdapat kelainan pada pita suara, seperti kelumpuhan, nodul atau polip pada pita suara. Orang yang bersuara cempreng biasanya juga memiliki pita suara yang tertarik atau tegang sehingga suara yang dihasilkan bernada tinggi. Hal ini sama seperti senar gitar yang ditarik terlalu kencang.

Suara yang tetap tidak berubah setelah melewati masa pubertas disebut puberphonia. Puberphonia cukup banyak dialami kaum pria dan sebenarnya dapat diatasi dengan mudah, tapi seringkali dianggap angin lalu. Akibatnya, saat datang ke dokter penderitanya mungkin tidak hanya memerlukan terapi untuk suara, melainkan juga memerlukan terapi kejiwaan karena sudah mengalami depresi karena kehidupan sosialnya terganggu.

Terapi

Adakah obat yang dapat membuat suara anak cepat berubah? Ada, obatnya adalah sabar. Kita tidak perlu mempercepat hal yang sebenarnya akan terjadi juga pada akhirnya. Minta anak untuk bersabar dan Anda pun juga perlu menunjukkan sikap santai. Jika masalah suara ini sering muncul di dalam pembicaraan, anak mungkin malah akan semakin frustasi.

Jika anak sudah berusia 14 tahun dan belum menunjukkan pertumbuhan seks sekunder, mungkin Anda baru perlu membawanya ke dokter. Jika memang diperlukan dan ada gangguan pada kadar hormon, barulah dokter dapat memberikan terapi. Meski demikian, kasus yang seperti ini sangat jarang. Terapi hormon yang diberikan juga tidak sembarangan.

Bagaimana jika anak sudah terlanjur mengalami puberphonia? Hal ini dapat diatasi dengan terapi suara, yang bertujuan melatih agar anak dapat memodulasi suaranya sehingga terdengar lebih tegas dan jelas. Suara yang lebih dalam juga dapat diperoleh dengan sedikit penekanan di daerah jakun. Terapi biasanya hanya memerlukan waktu selama satu hingga dua minggu. Cara ini cukup sukses untuk mengatasi rasa rendah diri pada orang-orang yang mengalami puberphonia. Selain terapi suara, ada juga terapi pembedahan untuk memendekkan jarak antara tulang rawan tiroid dan krikoid dan membuat pita suara menjadi rileks. Terapi juga dapat dilakukan dengan memotong selapis tipis tulang rawan yang terdapat pada pita suara untuk mengurnagi ketegangan pada pita suara.

POST REPLY

SUNAT ANAK NUSANTARA pelaporan