Dukungan Keluarga, Bantu Atasi Fobia pada Anak

Fobia merupakan ketakutan yang luar biasa dan yang tidak masuk diakal dari sebuah objek atau situasi, yang sesungguhnya hanya menyebabkan bahaya yang sangat kecil tetapi menimbulkan rasa cemas dan ingin menghindarinya. Berbeda dengan kecemasan yang dirasakan kebanyakan orang dalam waktu yang singkat seperti saat akan memberikan pidato atau mengikuti ujian, fobia dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bahkan menyebabkan rekasi fisik maupun psikologi yang terus menerus, bahkan tak jarang mempengaruhi kondisi normal baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan social.

Fobia dapat bermacam-macam jenisnya, mungkin seseorang dengan fobia akan takut berada di ruang terbuka, takut akan kondisi sosial tertentu. Atau contoh fobia yang lebih spesifik lagi adalah takut terhadap ular, takut naik lift, atau takut untuk melakukan penerbangan.

Tidak semua fobia membutuhkan pengobatan. Akan tetapi jika fobia mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang, beberapa terapi dapat mengatasi ketakutan yang dirasakan penderita bahkan secara permanen.

Dalam dunia medis fobia sendiri dapat dibagi dalam beberapa ketagori, yang meliputi; spesifik fobia, social fobia dan agoraphobia. Pada spesifik fobia, umumnya terjadi ketakukan yang sifatnya persisten dari suatu obyek tertentu atau situasi tertentu yang tidak sesuai dengan risiko kondisi sesungguhnya. Seperti contoh takut berada dalam ruang tertutup, takut ketinggian, takut naik pesawat, takut binatang atau serangga tertentu, takut terhadap darah atau suntukan, takut mendengar suara keras atau badut.

Sementara social fobia ternyata lebih dari sekdar rasa malu. Ini karena fobia social merupakan kombinasi antara ketidakpercayaan diri yang berlebih dan rasa takut lingkungan sekitar, seperti contoh takut tidak bisa diterima oleh lingkungan.

Dan agoraphobia merupakan ketakutan dari sebuah situasi nyata, seperti berada dalam kendaraan umum, berdiri di antara kerumunan orang. Kebanyakan orang dengan agoraphobia diawali dengan masalah kecemasan. Apapun jenis fobia yang dialami, hal ini akan menyebabkan rasa waswas yang tidak dapat dikendalikan, ketakutan, tidak bisa berinteraksi secara normal. Seseorang yang sedang dihadapkan dengan fobia akan berkeringat, jantung berdenyut dengan cepat, bahkan kesulitan bernafas. Pada anak-anak yang yang mungkin terjadi seperti tantrum, atau menangis dan berpengangan sangat erat pada orang disekitarnya terutama orang tua.

POST REPLY

SUNAT ANAK NUSANTARA pelaporan