Khitan Laser Lebih Baik Dibanding Konvensional

Sirkumsisi atau khitan merupakan salah satu tindakan bedah minor yang dilakukan untuk menghilangkan kulit kulup penis. Hingga saat ini terutama di daerah-daerah, tindakan sirkumsisi masih banyak dilakukan dengan metode konvensional dan electric cauter (EC) atau yang dikenal masyarakat kita sebagai sunat laser. Pada keduanya rasa sakit yang ditimbulkan saat dan paska sirkumsisi sama, perbedaan yang menonjol dari kedua teknik ini adalah penggunaan alat dan lamanya proses penyembuhan luka.

Dalam beberapa penelitian dikatakan bahwa proses penyembuhan luka menggunakan electric cauter ternyata lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional. Beberapa faktor dikatakan mampu berpengaruh terhadap proses penyembuhan diantaranya, vaskularisasi, status gizi, riwayat merokok, usia, obesitas, penyakit diabetes, obat-obatan dan infeksi.

Dalam sebuah penelitian di Banyuwangi pada tahun 2014 lalu, yang dilakukan pada 20 anak  dengan rentang usia 9-12 tahun, dimana 10 anak melakukan tindakan sirkumsisi teknik konvensional dan 10 lainnya menggunakan teknik electric cauter. Dalam penelitian tersebut dengan menggunakan teknik konvensional seorang dokter setidaknya membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit pada satu anak, menggunakan gunting  dan penjepit. Salah satu kelemahan alat ini adalah masih banyaknya perdarahan yang terjadi.

Teknik yang kedua adalah menggunakan electric cauter, pemotongan pada prepusium pada teknik ini menggunakan kawat tipis panas yang dihasilkan dari sebuah generator listrik. Pada teknik electric cauter waktu yang dibutuhkan untuk tindakan sirkumsisi lebih cepat dibanding teknik konvensional dengan sedikit perdarahan. Bahkan paska tindakan sirkumsisi anak lebih bisa beraktivitas dibandingkan tindakan sirkumsisi konvensional. Teknik electric cauter juga memiliki keunggulan dalam proses penyembuhan luka. Pada teknik ini, proses homeostasis, inflamasi dan proliferasi juga terjadi secara sempurna.

POST REPLY