Bolehkah Bayi Disunat?

Sunat yaitu operasi pembuangan kulup atau kulit yang menutupi ujung penis. Sunat merupakan praktik yang umum dilakukan karena faktor agama maupun tradisi. Sementara dari segi medis, sunat dianggap memiliki banyak manfaat. Di Indonesia anak laki-laki biasanya disunat pada usia 6-13 tahun. Namun, sebenarnya bayi juga bisa sunat lho….

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Rumah Sunat dr Mahdian, usia bayi merupakan usia di mana perubahan jumlah sel manusia terjadi paling cepat dan paling banyak. Jadi, sepanjang usia manusia dari bayi sampai tua, sel berlipat ganda untuk sembuh dan tumbuh paling banyak saat usia bayi. Pada usia bayi kalau ada luka, paling cepat sembuh karena sel akan beregenerasi paling bagus saat itu.

Saat usia bayi kurang dari 6 bulan, biasanya anak belum bisa tengkurap, jadi akan lebih memudahkan proses keringnya luka. Maka, disarankan sebaiknya lakukan tindakan sunat saat usia 0-6 bulan. Jika di atas 6 bulan ditakutkan akan mengalami dampak trauma.

Alasan Sunat Bayi

alasan sunat bayi

  1. Fimosis terjadi pada 40 persen bayi baru lahir

Fimosis merupakan keadaan di mana didapatkan adanya penyempitan dari ujung kulit depan penis atau juga bisa karena akibat peradangan lubang pada kulit penis. Pada anak laki-laki fimosis dapat menyebabkan infeksi. Terdapat 40 persen anak yang berisiko infeksi. Pada usia 0 sampai 6 bulan, proses penyembuhan akan sangat cepat sembuh. Karena pertumbuhan sel yang begitu cepat bertumbuh akan membuat penyembuhan luka menjadi mudah membaik pada saat bayi.

  1. Dampak Traumatik

Faktor traumatik juga menjadi salah satu alasannya. Karena pada usia bayi 6 bulan ia tidak mengalami apa-apa dibandingkan dengan anak yang disunat saat SD. Tanpa disadari kalau disunat menderita akan berdampak traumatik.

Berbeda dengan kalau si kecil merasa bahagia saat disunat itu tidak akan menimbulkan trauma, sedangkan pada bayi tidak terjadi trauma psikis.

  1. Bayi Belum Bisa Tengkurap

Pada bayi usia 6 bulan adalah bayi usia tersebut belum bisa tengkurap. Sehingga ia tidak akan merasakan adanya gesekan-gesekan yang membuat luka dan berdarah.