Data-data Sunat Bayi di Seluruh Dunia

Sunat Bayi memang belum begitu populer di Indonesia, biasanya orang tua di Indonesia lebih memilih menyunat anak mereka pada usia lima sampai sepuluh tahun. Padahal di negara-negara lain justru lebih memilih untuk menyunat anak semenjak bayi, disamping pertumbuhan bayi sedang cepat sehingga luka kecil akan cepat sembuh. Alasan utama mereka adalah agar anak laki-laki terhindar berbagai macam penyakit semenjak mereka kecil, oleh karena itu sunat bayi lebih menjadi pilihan.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah seberapa besarkah data sunat bayi di negara-negara itu? Data-data berikut ini berisi tingkat sunat bayi di seluruh dunia.

Amerika Serikat

Di Amerika serikat, tingkat sunat bayi selalu tinggi. Di tahun 2002 tingkat sunat bayi sebelum diberlakukan pemisahan rumah sakit bersalin dan klinik sunat bayi, ada 1,5 juta bayi yang disunat. Dalam laporan yang dipublikasi pada tahun 2008, rumah sakit di Maryland melaporkan 75.3% dari 96,457 kelahiran anak laki-laki melakukan prosedur sunat bayi, dan survey yang dikumpulkan dari 4,273 ibu menunjukan 82.3% bayi laki-laki disunat setelah dilahirkan. Angka sunat bayi di kalangan Asia dan Hispanik menurun, sedangkan untuk warga kulit putih dan kulit hitam yang non-Hispanik tingkat sunat bayi terus meningkat.
Dalam survei terbaru, data yang dikumpulkan oleh National Center for Health Statistics (NCHS) yang merupakan bagian dari CDC. Ada 65.3% bayi laki-laki yang disunat setelah dilahirkan, data ini pun dirasa masih banyak kekurangan dikarenakan tidak semua orang tua mendata sunat yang dilakukan pada bayi laki-laki mereka. Jumlah ini bisa saja lebih tinggi atau lebih rendah di lapangan.
Terlepas dari banyak orang yang meragukan data yang dirilis oleh NCHS, untuk warga negara kulit putih tidak ada perubahan sama sekali. Berbeda dengan warga kulit hitam yang mengalami kenaikan dari 57.9% ke 64.4%. data yang dikumpulkan dari negara bagian di Utara dan Timur menujukan angka yang stabil di 70%, di mana angka sunat bayi naik di negara bagian yang berada di Barat Daya sebesar 80% dan Selatan sebesar 70%. Data di negara bagian yang berada di Barat menurun karena arus Hispanik yang meningkat. Seluruh data statistik menunjukan kenaikan angka sunat bayi pada warga kulit putih non-Hispanik.

Kanada

The Canadian Institute for Health Information melaporkan angka sunat bayi pada pertengahan tahun 1990 berada di angka 20%, kemudian mengalami penurunan di tahun 2005 sebesar 5%. Menteri kesehatan setempat memberikan data 51-67% sunat bayi pada tahun 1970, secara stabil turun 18-23% tahun 2003 di kota Alberta, British Columbia, Manitoba dan Saskatchewan. Untuk mengilustrasikan perbedaan di setiap region, bahkan di dalam provinsi yang sama, the Ontario Ministry of Health dan Statistics Canada, and Institute for Clinical Evaluative Sciences telah melaporkan perbedaan data sunat bayi di setiap distrik dapat menyentuh angka 2-70% dengan angka rata-rata selisih sebesar 50%. Kemudian pada tahun 2009 the Public Health Agency of Canada melaporkan angka sunat bayi di Kanada berada di angka 31.9% pada tahun 2006-2007. Angka itu terdiri dari 44.3% di Alberta, 43.7% di Ontario, 39.2% di Prince Edward Island, 35.6% di Saskatchewan, 31.6% di Manitoba, 30.2% di British Columbia, 18.0% di New Brunswick, 12.3% di Quebec, 9.7% di Northwest Territories, 6.8% di Nova Scotia, dan data yang kurang akurat untuk Nunavut, Newfoundland dan Labrador.

Australia

Medicare statistics mengeluarkan laporan yang menunjukan tingkat sunat bayi di seluruh Australia berada di angka 17% di tahun 2004. Data yang sesungguhnya sebenarnya berada di angka 17% dan 32%, namun data yang dikeluarakan oleh Mediacare berguna untuk memantau tren sunat bayi di Australia. Untuk bayi di atas enam bulan, data Mediacare menunjukan peningkatan dala dekade 1994 sampai 2004 dari 10.6% ke 12.7%. Di kota terbesar, New South Wales, angka ini meningkat dari 11.3% ke 16.3%. Kota terbesar kedua, Queensland, juga menunjukan kenaikan stabil dari 16.3% ke 19.5–20.8% sampai pada tahun 2004. Di Brisbane rata-rata sunat bayi terjadi sebesar 50% sampai hari ini.

Selandia Baru

Sunat bayi di Selandia Baru sebesar 70%, tapi angka itu terus menurun hingga saat ini.

United Kingdom

Angka sunat bayi warga Inggris turun pada tahun 1949 sejalan dengan respon kepada gerakan penolakan sunat bayi yang dilakukan Douglas Gairdner, tercatat terjadi 16 kematian bayi saat itu, tetapi hal ini terjadi karena kesalahan penggunaan obat bius bukan karena prosedur sunat bayi. Pada tahun 1989 mengalami kenaikan sebesar 7%.  Di Skotlandia angka sunat bayi berada di 4% pada tahun 2000, data yang didapatkan dari berbagai rumah sakit menunjukan variasi dari alasan sunat bayi. Mulai dari phimosis  sebesar 90% dan balanitis  sebesar 2%. Perhatian khusus sudah mulai tumbuh pada masyarakat yang sadar manfaat sunat dan ketidakmerataan pelayanan kesehatan di United Kingkom, tercatat sebuah komitmen yang dilakukan oleh Skotlandia untuk menyediakan pelayanan sunat bayi di setiap rumah sakit.

Skandinavia

angka sunat bayi di Skandinavia hanya sebesar 2%.

Eropa, Rusia, Tiongkok, Jepang

Tingkat sunat bayi di negara-negara ini diperkirakan rendah, meski belum ada studi lebih lanjut mengenai ini.

Korea Selatan

di Korea Selatan hanya 5-10% bayi yang disunat.

Taiwan

negara ini termasuk ke dalam negara yang memiliki tingkat sunat bayi yang rendah, hanya 7%.

Dengan adanya rekomendasi dari CDC dan WHO prihal sunat bayi, negara-negara di dunia kini sudah mulai menunjukan perhatian mereka tentang persoalan ini. Sunat bayi memang tidak boleh dipandang sebelah mata, selain bermanfaat untuk si bayi nantinya, sunat itu juga akan bermanfaat untuk orang banyak (menekan angka penyebaran penyakit kelamin sampai HIV).
Rumah Sunatan sebagai pusat pelayanan sunat menyediakan layanan sunat mulai dari bayi sampai umur 70 tahunan.

POST REPLY