INI YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM SUNAT

Sunat tidak hanya dilakukan pada anak-anak, namun juga dilakukan oleh pria dewasa.  Biasanya, pada anak-anak dilakukan saat usia 3-15 tahun karena dorongan orangtua. Namun, bagi pria dewasa yang melakukan sunat diikuti oleh beberapa faktor, yaitu kesehatan dan agama.  Tindakan sunat pada orang dewasa sebenarnya sama saja dengan anak-anak. Hanya saja, membutuhkan dokter yang berpengalaman dan sudah ahli dalam bidang sunat. Hal ini disebabkan karena penis pria dewasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak. Jika tidak ditangani dengan baik, akan menimbulkan risiko perdarahan.

PERSIAPAN SEBELUM SUNAT

persiapan-sebelum-sunat

Sebelum melakukan sunat, pasien dewasa harus melakukan persiapan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Serta, mempermudah dokter saat tindakan sunat dilakukan. Berikut persiapan yang harus dilakukan:

1. Persiapan Mental

Pasien yang akan melakukan tindakan sunat harus mempersiapkan mental. Jangan sampai gelisah atau tegang saat proses tindakan untuk menghindari kesalahan saat proses tindakan. Sebaiknya, dokter melakukan pendekatan emosional terlebih dahulu agar pasien merasa nyaman dan lebih terbuka pada dokter. Pasien diberikan kesempatan untuk berkonsultasi untuk memahami lebih jauh mengenai prosedur sunat yang akan dilakukan.

2. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium untuk usia 21-30 tahun sebaiknya melakukan tes Gula Darah Sewaktu (GDS), usia 31-40 tahun melakukan tes Bleeding Time-Clothing Time (BT-CT), sedangkan untuk di atas 40 tahun harus melengkapinya dengan pemeriksaan PT, APTT,GDS, dan hematologi sederhana,. Tujuan melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum tindakan adalah untuk meminimalkan resiko dan komplikasi pasca tindakan khitan.

3. Bercukur

Jangan lupa untuk mencukur bulu pubis dari pangkal penis agar tidak mengganggu dalam proses khitan dan siapkan juga celana atau celana boxer untuk dipakai setelah sunat. Hal ini juga akan mengurangi risiko infeksi. Karena daerah kemaluan adalah daerah yang lembab. Jadi harus dijaga kebersihannya.

MANFAAT SUNAT

manfaat-sunat

Dari sisi medis, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan orang yang menjalani proses sunat, yaitu:

  • Sunat mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular sepertihuman papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis. Meski demikian, pria yang sudah menjalani sunat harus tetap melakukan hubungan seksual yang sehat dan aman.
  • Mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis. Ini adalah kondisi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa menyebabkan radang pada kepala penis yang disebut balanitis.
  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merujuk kepada masalah ginjal. Infeksi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang tidak menjalani sunat.
  • Mengurangi risiko kanker penis.
  • Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan. Risiko kanker serviks menurun pada wanita yang pasangannya telah menjalani prosedur sirkumsisi.
  • Membuat kesehatan penis lebih terjaga. Penis yang disunat lebih mudah dibersihkan, sehingga kesehatannya lebih terjamin dibandingkan yang tidak disunat.