Jenis Suplemen Energi Bagi Tubuh

Untuk mempermudah, suplemen energi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu stimulan, zat yang membantu metabolisme (seperti vitamin), dan kalori. Stimulan bekerja untuk memacu metabolisme, vitamin untuk mempercepat dan meningkatkan efektivitas metabolisme, dan kalori merupakan sumber energi itu sendiri. Ketiga suplemen ini bekerja dengan cara yang berbeda dan memiliki efek yang berbeda juga.

Stimulan

Mengantuk setelah makan siang atau hilang semangat saat lembur? Stimulan dapat menjadi kelompok suplemen yang tepat untuk mengatasinya. Stimulan digunakan mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, sampai tukang bangunan. Bukan obat terlarang, melainkan obat, makanan atau minuman yang mangandung kafein. Ya, kafein merupakan salah satu stimulan yang paling populer. Tidak hanya terdapat pada kopi, kafein sekarang juga banyak dijumpai dalam minuman berenergi, mulai dari bentuk sachet, sampai botol.

Kafein bekerja dengan meningkatkan metabolisme sementara waktu. Hasilnya, konsentrasi dapat meningkat dan dapat membantu menghilangkan rasa lelah, terutama pada mereka yang melakukan kerja fisik berat. Selain kafein, yang juga termasuk ke dalam stimulan antara lain teh hijau, kola nut, yerba mate, dan ginseng. Ginseng dipercaya sejak lama mampu meningkatkan stamina dan kemampuan fisik.

Stimulan harus digunakan secara berhati-hati, karena ada jenis stimulan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Misalnya stimulan yang memacu kerja jantung. Selain itu, beberapa minuman berenergi jika dikonsumsi rutin dalam jangka panjang diduga dapat menimbulkan kerusakan hati bahkan hingga sirosis.

Stimulan dapat membantu mendorong tubuh agar lebih berenergi. Namun tampaknya efeknya sama saja dengan meminum segelas kopi.

Zat yang mempengaruhi metabolisme energi

Yang termasuk dalam golongan ini antara lain vitamin (terutama vitamin B), koenzim Q10, kreatin, karnitin, dan asam amino seperti tirosin, fenilalanin, dan taurin. Zat-zat ini berperan dalam mendukung metabolisme energi. Kekurangan vitamin B dan protein sumber asam amino dapat menimbulkan kelelahan dan kurang energi. Dan ternyata, banyak sekali orang yang mengalami defisiensi akibat makan yang kurang baik dan sehat.

Vitamin sebetulnya dapat diperoleh melalui sumber makanan sehari-hari seperti sayur mayur dan buah-buahan. Sedangkan protein dapat diperoleh dari daging, ikan, kedelai, dan lain-lain. Pada orang yang makan dengan sehat dan jumlah cukup, penggunaan suplemen berupa vitamin tidak akan meningkatkan energi. Lain halnya jika memang orang tersebut tidak suka makan sayur, misalnya.

Selain bagi mereka yang kurang konsumsi vitamin dan protein dari makanan, suplemen jenis ini juga dapat bermanfaat bagi mereka yang kebutuhannya di atas rata-rata. Misalnya pada atlet, anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, dan pada orang yang sedang sakit. Orang yang meminum obat tertentu setiap hari juga berisiko kekurangan vitamin, misalnya yang mendapat obat lambung, obat radang dan nyeri, serta antibiotik. Oleh karena itu, biasanya dokter akan memberikan tambahan vitamin pada kasus-kasus ini.

Suplemen yang mengandung kreatin dan L-carnitin juga dapat ditemukan dalam bentuk tablet, susu pembentuk badan, dan produk-produk kesehatan lainnya. Dalam jangka pendek, penggunaan suplemen ini dapat bermanfaat. Meski demikian, penggunaan kreatin jangka panjang oleh atlet dapat menurunkan kemampuan aktivitas fisik. Ia dapat mempengaruhi keringat sehingga memungkinkan terjadinya dehidrasi, gangguan dan kram otot.

Kalori

Istilah kalori terlalu banyak digambarkan sebagai musuh, terutama pada wanita akhir-akhir ini. Dianggap sebagai penyebab kegemukan, kalori dihindari oleh banyak orang. Padahal ia adalah sumber energi bagi semua aktivitas metabolisme di dalam tubuh. Yang salah adalah jika mengonsumsi kalori dalam jumlah terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Sumber utama kalori adalah karbohidrat, yang dapat dengan mudah dipecah dan diserap sebagai energi. Suplemen berupa kalori ini dapat ditemukan dalam minuman berenergi, kudapan berenergi, sampai minuman isotonik. Biasanya suplemen jenis ini mengandung karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi. Gula darah akan meningkat cepat dan merangsang keluarnya insulin. Dalam jangka panjang, ini dapat menimbulkan efek buruk seperti inflamasi, nyeri, dan lain-lain.

Suplemen jenis ini banyak disukai oleh atlet, misalnya pelari maraton. Karbohhidrat yang mudah diserap memungkinkan pembentukan energi secara cepat sehingga mereka dapat terus berlari. Setelah olahraga selesai, karbohidrat ini juga membantu proses pemulihan tubuh ke kondisi semula. Namun bagi orang yang tidak bekerja berat, konsumsi suplemen jenis ini hanya akan meningkatkan energi sementara waktu. Namun setelahnya tidak jarang malah menimbulkan rasa mengantuk.

Penggunaan suplemen jenis ini tidak dianjurkan untuk jangka panjang, apalagi jika kita jarang berolahraga. Kalori yang masuk malah akan ditimbun menjadi lemak. Untuk penggunaan sewaktu-waktu, suplemen kalori dapat membantu jika kita sedang lapar atau belum sempat makan.

POST REPLY