Obesitas Memengaruhi Kesuburan Pria

Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh sehingga membuat berat badan berada di luar batas ideal. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik penderitanya, tetapi juga meningkatkan risiko dalam kesehatan. Terdapat sebuah teori yang menyebutkan, bahwa pria yang memiliki obesitas akan sulit memiliki anak. Berdasarkan teori populer tersebut, memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi atau biasa dikenal dengan obesitas, akan mengurangi kesuburan pria.

Sulit Punya Anak

sulit-punya-anak

 Urologis dari Murray Koffler Urologic Wellness Centre and Head of Urology di Mount Sinai Hospital, Toronto, Keith Jarvi, mengatakan, pria gemuk sulit punya anak, semakin gemuk pria, semakin tinggi kemungkinan mereka mengeluarkan sperma yang sedikit.

Jumlah sperma adalah hitungan sel sperma yang dikeluarkan dalam setiap cc dari semen. Jarvi mengatakan, semakin banyak volume semen yang dikeluarkan, rata-rata antara 2-5 mililiter biasanya memiliki lebih banyak sperma. Sementara itu, jika semen yang dikeluarkan di bawah 1,5 mililiter risiko ketidaksuburan pun meningkat.

Menurut Paul Cohen-Bacrie, Direktur Ilmu Pengetahuan di Eylau-Unilabs di Paris, kelebihan berat badan mengakibatkan perubahan pada ciri sperma, mungkin akibat gangguan hormon yang mengakibatkan jumlah sperma, mortalitas dan vitalitas yang lebih sedikit. Kondisi kelebihan berat badan akan mengakibatkan hilangnya potensi pembuahan. Dalam penelitiannya juga diperoleh hasil bahwa pria berkelebihan berat badan jumlah spermanya lebih sedikit sampai 10-20 persen dibanding pria dengan timpalan berat badan normal.

Menghitung BMI

bmi

Orang yang memiliki obesitas sudah pasti gemuk, namun orang yang gemuk belum tentu obesitas. Untuk menentukan apakah seseorang termasuk dalam obesitas atau tidak, terdapat beberapa cara menentukannya yakni dengan mengukur:

  • Body Mass Index (BMI).
  • Lingkar pinggang.
  • Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP).
  • Tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold.
  • Kadar lemak tubuh menggunakan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA).

Mengukur BMI adalah cara yang paling sering digunakan karena cukup mudah untuk dilakukan. Perhitungan BMI ini menggunakan berat badan dan tinggi badan. Rumus dari perhitungan BMI adalah:

BMI = berat badan (kg) / (tinggi (m) x tinggi (m))

Orang-orang dengan BMI lebih besar dari 25 dapat dikategorikan sebagai overweight, pada 30 atau lebih termasuk ke dalam obesitas, dan pada 40 ke atas merupakan tingkat obesitas yang serius. Meski begitu, Jika kita hanya mengandalkan BMI, kita tidak akan mendapatkan ukuran obesitas yang akurat. Jadi, disarankan berkonsultasilah pada dokter untuk mengetahui detail tentang tingkat obesitas.

Bukan hanya akan memengaruhi kesuburan pria saja, namun kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya, seperti hipertensi, diabetes, dan jantung koroner. Situasi ini juga meningkatkan arthritis yang menyebabkan sesak nafas, sleep apnea, dan cepat lelah.

 

POST REPLY