Penelitian Tentang Sunat

Berbagai penelitian tentang sunat atau khitan telah dilakukan oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia, penelitian tentang manfaat sunat tersebut bertujuan untuk menguak lebih banyak informasi mengenai pengaruh sunat terhadap kesehatan tubuh dan untuk memperoleh data mengenai manfaat dan juga resiko sunat apabila memang ada. Beberapa penelitian tentang khitanan tersebut diantaranya:

  • Peneltian tentang kulup yang menutupi bagian kepala penis. Penelitian ini dilakukan oleh seorang ilmuwan ternama di Australia. Dari hasil penelitian tentang khitanan yang dilakukannya terdapat satu penemuan medis dimana bahwasanya kulup dari penis menyimpan reseptor yang dapat menjadi perantara bagi berbagai penyakit kelamin, infeksi kelamin dan juga HIV / AIDS. Oleh karena itu, dengan menjalankan metode sunat (memotong kulup pada bagian kepala penis), seorang laki – laki akan terjaga kesehatannya dan juga akan terhindar dari berbagai penyakit berbahaya yang dapat mematikan.
  • Penelitian tentang pengaruh sunat terhadap seksualitas. Beberapa ilmuwan dari berbagai negara telah melakukan survei terkait pengaruh sunat terhadap pengaruh seksualitas untuk memperoleh informasi tentang seberapa besar pengaruh sunat terhadap seksualitas pada pria. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut didapat tentang khitanan tersebut disimpulkan bahwa pria yang tidak di khitan akan memiliki kemampuan ereksi yang lebih rendah dibandingkan pria yang telah di khitan, selain itu pria yang telah di khitan berpeluang besar untuk terhindar dari ejakulasi dini dibandingkan dengan pria yang belum melakukan sunat.
  • Penelitian tentang pengaruh sunat terhadap pasangan wanita. Penelitian tentang sunat ini dilakukan oleh seorang ilmuwan di Amerika Serikat. Dari beberapa data yang diperoleh dapat disimpulkan sebuah hasil bahwasanya pengaruh sunat pria terhadap wanita cukup besar, yaitu diantaranya :
  1. Pria yang di sunat dapat memberikan kenikmatan berhubungan seksualitas lebih besar terhadap pasangan wanitanya. Sehingga banyak wanita yang memilih berpasangan dengan pria yang telah di sunat.
  2. Khitanan dapat mencegah terjadinya berbagai penularan penyakit kelamin dan kanker serviks pada wanita. Dengan dilakukannya sunat maka tidak akan terjadi penimbunan kotoran pada penis ( smegma), karena dengan timbunan kotoran inilah yang dapat menyebabkan berbagai infeksi kelamin, penyakit kelamin atau kanker serviks.
  3. Pria yang di sunat memiliki peluang yang lebih besar dari pada pria yang tidak di sunat terhadap berhasilnya proses awal kehamilan, karena dengan dilakukannya sunat maka sperma akan mengalir dengan lancar ke rahim wanita.
  • Pengaruh sunat terhadap saluran kencing pria. Beberapa dokter kelamin di Amerika Serikat memperoleh data bahwa sunat dewasa dapat memperlancar saluran kencing pada pria, sehingga kesehatan pria dapat lebih terjaga. Karena apabila seorang pria belum melakukan sunat maka saluran buang air kecil akan terhambat oleh kulit kulup di sekitar kepala penis, akibatnya tidak dapat dengan leluasa buang air kecil bila dibandingkan dengan setelah di sunat, khususnya penderita phimosis hal ini sangat penting karena memperbesar kemungkinan menumpuknya smegma pada kepala penis.
  • Pengaruh khitanan terhadap psikologis pria. Penelitian khitanan ini dilakukan oleh seorang psikolog, dari data survey dapat disimpulkan bahwa apabila metode sunat dilakukan sesuai dengan ketentuan medis maka sunat tidak akan memberikan efek negatif terhadap psikologis pria. Namun, apabila khitanan yang dilakukan secara kasar atau tidak sesuai ketentuan medis maka akan menimbulkan trauma ataupun gangguan psikologis pada pria yang di sunat tersebut.

POST REPLY