Sunat Dengan Metode Laser, Klem dan Konvensional

Terdapat beberapa metode sunat yang dapat dipilih diantaranya adalah sunat metode laser, sunat metode klem dan sunat metode konvensional. Ketiga metode tersebutlah yang masih sering digunakan. Setiap metode sunat tentunya, memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Nah, untuk mencari tahu yang manakah metode sunat paling cocok untuk kebutuhan Anda (sunat dewasa) ataupun untuk anak Anda, Yuk cari tahu lebih lanjut dalam pembahasan kali ini.

Sunat Metode Laser    

Sebenarnya, istilah sunat metode laser kurang tepat karena tidak sama sekali menggunakan sinar laser. Alat yang digunakan adalah alat kauter atau bedah listrik untuk memotong kulit penis.

Sementara itu, metode sunat laser yang sesungguhnya menggunakan sinar laser CO2. Metode ini memiliki efektivitas yang serupa dengan teknik bedah listrik, hasilnya juga biasanya rapi dan luka pascasunat sembuh dengan cepat.

Namun, sayangnya metode sunat laser CO2 ini belum banyak tersedia di fasilitas pelayanan medis di Indonesia.

Lebih lanjut, penggunaan metode ‘sunat elektrik kauter’ ataupun sunat laser ini, masih membutuhkan jahitan, perban dan tidak boleh langsung kena air.

Sunat Metode Klem

Adalah sunat metode klem yang saat ini paling populer digunakan untuk sunat anak. Pada awal muncul metode sunat ini berasal dari luar negeri, namun pada tahun 2015 Indonesia memiliki klem sunat sendiri yang diciptakan oleh dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS yang dinamai Mklem.

Bentuk Mklem telah disesuaikan dengan anatomis penis anak Indonesia pada umumnya dan memiliki desain yang lebih memperhatikan kemudahan aplikasi, keamanan dan kenyamanan anak.

MKlem telah digunakan di semua jaringan Klinik Rumah Sunat dr. Mahdian dan hasilnya cukup memuaskan bagi praktisi khitan karena proses mudah dan cepat, minim perdarahan, proses penyembuhan luka lebih cepat, higienis dan aman. Sementara bagi anak sendiri pun nyaman, boleh kena air, langsung dapat beraktivitas dan cara perawatannya mudah.

Sunat Metode Konvensional

Sunat metode konvensional ini digunakan sebelum metode sunat modern hadir. Alat yang digunakan merupakan alat bedah sederhana seperti, pisau, gunting, dan jarum jahit.

Sunat dengan metode ini ialah dengan mengiris kulup melingkar hingga terlepas menggunakan pisau bedah atau gunting bedah. Setelahnya, kulit yang terkelupas akan dilakukan penjahitan.

Biaya sunat dengan metode ini memang tergolong lebih murah dibandingkan dengan penggunaan metode sunat modern. Namun, proses pengerjaannya cukup lama 30-50 menit, selain itu proses penyembuhannya relatif lama dan anak tidak boleh kena air.

 

Segala tindakan bedah atau medis memiliki risiko, meskipun bisa diminimalisir. Oleh sebab itu, saat sunat pun harus dilakukan oleh tenaga medis yang berkompentensi, seperti dokter yantg berpengalaman.

Dalam menentukan jenis metode sunat yang terbaik dan tepat untuk anak, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter.