TIDAK SUNAT, AWAS KANKER PROSTAT

Kanker prostat terjadi ketika adanya pertumbuhan sel yang tidak wajar di kelenjar prostat. Sementara itu, kelenjar prostat merupakan salah satu bagian organ reproduksi yang dimiliki oleh pria yang terletak di sebelah kandung kemih. Kelenjar ini berfungsi sebagai pembawa urin dari kandung kemih ke penis dan juga sebagai penghasil cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi.


LAYANAN RUMAH SUNAT DR MAHDIAN :
Call Center : 021-8242-0020
Whatsapp Chat : https://bit.ly/WebWaChat2
Pendaftaran Online : http://bit.ly/WebDaftarOnline´╗┐

Kanker prostat adalah penyebab kedua kematian akibat kanker bagi pria di Amerika Serikat. Sekitar 1 dari 9 pria didiagnosis kanker tersebut dalam hidup mereka.

Seperti yang dilansir dari Urology Care Fondation, pada tahun 2018, hampir 175.000 pria didiagnosis menderita kanker tersebut.

baca juga: SUNAT, KURANGI RISIKO KANKER SERVIKS PADA PEREMPUAN

Menurut data dari WHO, diperkirakan sekitar 1,3 juta pria di seluruh dunia menderita kanker ini. Di Indonesia, kanker prostat menempati urutan ke-2 sebagai jenis kanker yang paling banyak diderita pada pria.

Gejala

Pada tahap awal, biasanya tidak memiliki gejala. Namun, ketika kanker semakin membesar atau kelenjar prostat mengalami peradangan, penderita akan merasakan gejala berupa:

  1. Rasa nyeri pada bagian panggul bagian bawah
  2. Kesulitan buang air kecil
  3. Buang air kecil terasa tidak tuntas, butuh waktu keluar lebih lama, atau masih tersisa
  4. Darah pada urin
  5. Masalah pada ereksi
  6. Kehilangan selera makan
  7. Berat badan menurun
  8. Nyeri pada tulang

Faktor Risiko

  • Usia

Seiring bertambahnya usia, risiko terkena kanker ini akan meningkat. Jarang ditemukan pada pria di bawah 40 tahun. Kanker ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki berusia 50 atau 60 tahun ke atas.

  • Keturunan
    Pria dengan riwayat keluarga menderita kanker ini berisiko 2 hingga 3 kali lebih tinggi terserang penyakit ini.
  • Obesitas

Pola makan dan gaya hidup dapat memengaruhi risiko kanker ini. Risiko menderita kanker ini mungkin lebih tinggi jika Anda mengonsumsi banyak kalori, lemak hewani, gula rafinasi dan kurang mengonsumsi buah dan sayuran.

  • Penyakit Menular Seksual

Jika memiliki infeksi atau penyakit menular seksual seperti gonorrhea atau klamidia, peluang memiliki penyakit ini lebih tinggi.

Benarkah Sunat Dapat Mengurangi Risiko Kanker Prostat?

Penelitian Jonathan L Wright (2012) menemukan,  sunat sebelum berhubungan seksual pertama seorang pria dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat sebanyak 15%.

Wright menjelaskan bahwa infeksi menular seksual dapat memicu kanker prostat. Hal ini disebabkan oleh peradangan kronis dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi pertumbuhan sel kanker. Pada pria yang disunat, infeksi menular seksual dan kanker prostat dapat dicegah.