TIDAK SUNAT, BERISIKO TERKENA SIFILIS

Sifilis atau lebih dikenal dengan Raja Singa merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal, maupun oral. Jumlah pengidap sifilis mengalami penurunan pada wanita sejak 2010. Namun, pada pria jumlah penderita sifilis tidak menurun, terutama pada pria yang berhubungan seksual dengan sesama pria.

GEJALA SIFILIS

GEJALA-SIFILIS

Gejalanya berbeda-beda tergantung dengan tingkatannya.

Gejala tingkat 1:

Gejala pertama muncul 2-4 minggu setelah terjadi infeksi, dalam bentuk luka yang tidak terasa sakit  di mana bakteri masuk ke dalam tubuh. Luka jenis ini sering terasa pada alat kelamin tetapi juga dapat dilihat di mulut atau anus jika bagian-bagian ini terlibat dalam aktivitas seksual dengan orang yang terinfeksi.

Umumnya, gejala ini akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 hingga 5 minggu.

Gejala  tingkat 2:

Jika infeksi tidak diobati, gejala raja singa tahap dua dimulai sejak 6-12 minggu kemudian. Ciri-ciri sifilis tahap 2 adalah demam, sakit kepala, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, muncul ruam (kecil, benjolan bersisik merah pada penis, vagina, atau mulut, terutama pada telapak tangan dan kaki), sakit tenggorokan, kelenjar limpa membengkak (pada ketiak, pangkal paha, leher), serta kelelahan.

Gejala tingkat  3:

Gejala sifilis pada tingkat ini muncul 10 sampai 40 tahun setelah infeksi awal. Cirinya adalah timbulnya kerusakan pada otak dan jantung, daya ingat menurun, mengalami kelumpuhan, dan terjadi masalah pada keseimbangan tubuh.

Beberapa penderita yang sudah berada pada stadium dua atau tiga mungkin tidak menunjukkan adanya gejala penyakit sifilis.

FAKTOR RISIKO

faktor-risiko-SIFILIS

Sifilis dapat terjadi pada siapa saja. Terlebih lagi pada pria yang tidak disunat. Kulit kulup rentan robek saat berhubungan seks, yang akan memberikan virus dan bakteri sebuah jalur mudah untuk masuk ke dalam tubuh. Selain itu,  penderita HIV lebih rentan terhadap penularan dan menjadi penyebar sipilis. Sekali  tertular sifilis, bukan berarti seseorang akan kebal terhadap infeksi sejenis. Seseorang bisa terinfeksi lagi dan lagi. Penularan sifilis juga dapat terjadi dari ibu hamil ke janinnya (sifilis kongenital).
Meski begitu, penyakit ini dapat dicegah dengan cara sunat. Penghilangan preputium atau sunat dapat melindungi laki-laki dari berbagai penyakit ini. Bagi pria dewasa yang belum melakukan sunat, sebaiknya segera melakukan sunat. Tidak perlu lagi malu untuk sunat ataupun merasa takut.