Cemas Berlebih, Waspadai Gangguan Psikologis

Cemas dapat terjadi kepada siapa saja, termasuk anak-anak. Rasa cemas termasuk emosi yang wajar pada setiap orang dan biasanya muncul sebagai respon terhadap suatu situasi tertentu. Namun, jika rasa cemas itu menjadi berlebih kita harus waspada karena itu termasuk gangguan psikologis.

Menurut dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiatri Suryo Dharmono, ada beberapa jenis gangguan cemas yang bisa dialami oleh manusia. Ada panik, fobia dan obsesif kompulsif. Namun, menurutnya dari keempat gangguan cemas tersebut, gangguan panik adalah yang paling sering diderita masyarakat, terutama anak-anak.

Rasa cemas yang biasa dialami anak-anak, seperti saat anak mau ujian sekolah, saat anak harus ke dokter ketika sakit, datang ke lingkungan baru yang tidak ia kenali sama sekali atau saat anak laki-laki harus sunat. Hal itu sebenarnya biasa terjadi. Bayangkan saja, jika anak tidak memiliki rasa cemas, mereka mungkin akan merasa biasa saja seperti tidak ada yang terjadi dan hal itu justru tidak normal bagi anak-anak.

Gejala Anak Mengalami Gangguan Cemas

  1. Cemas Berlebihan

Anak akan merasa cemas terus-menerus setiap hari setidaknya selama enam bulan. Kecemasan juga menjadi begitu parah, sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan disertai dengan gejala yang nyata seperti kelelahan.

Padahal hal yang ia khawatirkan seharusnya tidak perlu ia cemaskan. Anak tanpa sadar akan membuat spekulasi sendiri bahwa hal tersebut bukan hal yang mudah dan menakutkan, sehingga ia merasa cemas berlebihan.

  1. Gangguan Pencernaan Kronis

Kecemasan dapat dimulai dari dalam pikiran, tetapi sering mewujudkan dirinya melalui gejala fisik, seperti masalah pencernaan kronis. Biasanya diikuti dengan perut kram, sakit perut, mual, diare, dan kembung. Hal itu terjadi karena usus sangat sensitif terhadap stres.

  1. Kesulitan Tidur

Anak yang terkena gangguan cemas, biasanya mengalami sulit tidur. Hal itu terjadi karena anak biasanya, memikirkan sesuatu yang membuatnya khawatir. Contohnya, saat orang tua memberitahukan anak, ia akan disunat saat liburan sekolah nanti, si anak yang merasa khawatir akan memikirkannya terus menerus, sehingga ia sulit untuk tidur.

  1. Panik

Serangan panik adalah gejala yang paling menakutkan. Anak bisa saja merasa sangat ketakutan yang membuatnya seperti sulit bernapas dan merasa tidak berdaya.

Cara mengatasi Gangguan Cemas

  1. Kenali Gejala dan Konsultasikan

Orangtua perlu mengenali gejala-gejala yang tampak pada perilaku negatif anak. Setelahnya akan lebih baik jika mengkonsultasikan gangguan yang terjadi pada psikolog anak untuk mengenali bentuk gangguannya, sehingga diagnosa bisa dilakukan.

  1. Melakukan Penanganan Yang Tepat

Berdasarkan diagnosa tersebut akan dilakukan bentuk penanganan yang tepat, disesuaikan dengan kebutuhan anak. Selain sesi-sesi konseling, akan dilakukan terapi untuk membantu anak mengatasi gangguan kecemasannya.

  1. Lakukan Pencegahan

Mencegah terjadinya gangguan akan lebih baik. Peran keluarga sangat penting karena tumbuh kembang anak yang paling utama. Orangtua memberikan rasa aman dan paham pada kebutuhan anak sesuai dengan usia perkembangannya. Sering melakukan komunikasi dua arah bersama anak.

Jangan Lupa Tonton Vidio Ini!

BISA GILA!! JANGAN BIARKAN ANAK CEMAS BERLEBIH! – Rumah Sunatan

 

 

 

 

POST REPLY