Manfaat Sunat Bagi Kesehatan Pria

Pada bulan maret 2017, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan The Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) , merekomendasikan tindakan sunat pada pria dewasa sebagai salah satu cara untuk menurunkan risiko penularan HIV/AIDS. Hal ini sebenarnya sudah tidak mengejutkan lagi karena telah banyak penelitian tentang manfaat sunat bagi kesehatan.

Manfaat Sunat Bagi Kesehatan Pria

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS , sunat pada pria dewasa bukan hanya untuk menurunkan risiko penularan HIV/AIDS saja, namun juga dapat menurunkan risiko terjadinya kanker prostat, kanker penis, infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, dan menurunkan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita pasangannya. Hal tersebut juga didukung oleh Center of Disease Control and Prevention (CDC) yang menyatakan bahwa sunat merupakan salah satu pencegahan infeksi penyakit menular seksual.

Kendala Dalam Proses Sunat Dewasa
kendala_saat_proses_sunat_dewasa

Sebenarnya, sunat pada orang dewasa sama dengan sunat pada anak-anak. Meski begitu, tindakan sunat pada pria dewasa tidak semudah seperti sunat anak. Secara fisik, penis pria dewasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan penis anak-anak. Karakteristik kulup yang hendak dibuang pada pria dewasa memerlukan penanganan khusus. Kendala lainnya adalah pria dewasa sering mengalami ereksi bahkan dengan rangsangan kecil sekalipun sehingga berisiko menimbulkan rasa nyeri, perdarahan hingga terlepasnya jahitan setelah sunat.

Selain faktor fisik, kendala lainnya adalah faktor psikis pria yang akan disunat. Pria dewasa biasanya merasa malu sehingga enggan untuk melakukan sunat. Selain itu biasanya pria dewasa lebih banyak memiliki kekhawatiran mengenai proses sunat maupun setelah disunat akan memengaruhi aktivitas seksualnya. Apalagi jika pasien tidak mendapatkan penjelasan yang mendetail mengenai proses sunat maupun pasca sunat.

Terdapat beberapa mitos yang mengatakan bahwa sunat pada pria dewasa dapat menurunkan sensitivitas penis sehingga mengurangi sensasi bercinta. Namun, hal itu terbantahkan dengan studi yang dilakukan di Turki pada tahun 2004. Studi tersebut menunjukkan bahwa fungsi seksual sebelum dan setelah sunat pada pria dewasa tidak berubah. Bahkan, setelah sunat waktu yang diperlukan untuk mencapai ejakulasi semakin panjang. Tidak heran jika studi ini menyebutkan bahwa angka disfungsi seksual pada pria yang disunat lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak disunat. Namun perlu diingat, bahwa sunat bukanlah terapi untuk disfungsi ereksi.

Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional

harus_dilakukan_tenaga_profesional

Sunat pada pria dewasa menjadi prosedur yang tidak mudah karena karakteristik penis pria dewasa dengan anak-anak berbeda. Jika terjadi kesalahan selama proses sunat dapat menimbulkan komplikasi seperti, perdarahan, infeksi, hingga penis akan terasa nyeri bila ereksi. Oleh karena itu, sunat dewasa harus dilakukan oleh tenaga medis yang profesional.

Tenaga medis yang melakukan sunat juga harus melakukan pendekatan emosional terhadap pasien agar pasien merasa nyaman. Bagi orang dewasa yang ingin melakukan sunat, perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu dan melakukan cek laboratorium. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Tujuan melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum tindakan adalah untuk meminimalkan resiko dan komplikasi pasca tindakan khitan. Kemudian, jangan lupa untuk cukur bulu pubis dari pangkal penis agar tidak mengganggu dalam proses khitan dan siapkan juga celana atau celana boxer untuk dipakai setelah sunat.

 

POST REPLY

WhatsApp Image 2018-12-24 at 15.31.43