Yang Perlu Anda Tahu Tentang Sunat Tanpa Disuntik

Ada beberapa hal yang membuat orang tua khawatir melakukan sunat anak. Salah satunya, mungkin tidak tega melihat anak kesakitan saat proses sunat berlangsung. Alasan yang sama juga bisa jadi membuat anak takut disunat. Anak mungkin langsung kehilangan nyali saat membayangkan sakitnya disuntik!

Tapi tenang, Moms, kini sudah ada metode anestesi sunat tanpa disuntik. Dengan teknologi needle-free injection anak Anda akan dibius tanpa harus merasakan sakitnya disuntik.

“Jadi sebenarnya yang paling sakit saat disunat itu pas disuntik. Disuntiknya itu bisa lebih dari sekali. Setelah dibius, ya tidak akan merasakan sakit lagi saat proses nyunatnya,” jelas dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.Bs., dokter spesialis bedah syaraf, di acara Revolusi Sunat Tanpa Jarum Suntik pada Selasa (18/6).

BIUS TANPA SUNTIK

Teknologi bius tanpa jarum ini menggunakan injektor berbentuk pompa sebagai penggantimya. “Pada dasarnya obat bius yang dipakai sama, syarafnya juga sama, yang berbeda hanya caranya memasukkan obat. Dengan alat ini obat bius ditembakkan dengan tekanan udara,” jelas dr. Mahdian selaku pemilik Rumah Sunat dr. Mahdian.

Tekanan udara tersebut membuat obat bius menjadi butiran-butiran kecil dan menembus ke kulit sehingga lebih cepat mencapai target syaraf. Sama seperti penggunaan jarum suntik, lokasi tembakan ada di sekitar penis bagian atas untuk mencapai syaraf dorsal di penis.

“Alatnya tidak berbentuk seperti jarum suntik. Jadi dokter bisa menunjukkan dulu ke anak alatnya seperti apa sehingga anak tidak takut. Kalau anaknya nyaman, pengerjaannya juga lebih cepat,” imbuh Mahdian.

Teknologi needle-free injection yang dipakai di Rumah Sunat dr. Mahdian sendiri berasal dari Korea. Alat ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu alat semprot cairan anestesi yang terbuat dari kaca, injektor, dan pompa injektor.

Selain membuat anak tidak takut, menurut dr. Mahdian, pemberian anestesi saat sunat tanpa jarum suntik ini juga minim risiko. Misalnya saja, menghindari reaksi bengkak kebiruan akibat reaksi injeksi.

“Harapannya, karena tidak sakit, anak jadi tidak menangis saat disunat. Karena anaknya tenang, dokter juga jadi lebih gampang menyunatnya,” ujarnya.

source: kumparan