Alergi Antibiotik Pada Anak

Alergi antibiotik pada anak terjadi ketika anak mengonsumsi jenis obat antibiotik tertentu. Alergi ini merupakan  reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap kandungan yang terdapat dalam obat tersebut. Jenis antibiotik yang biasanya memicu alergi pada anak-anak adalah sulfa dan penisilin.

Sistem kekebalan tubuh akan mencari bakteri, virus, parasit dan zat beracun lainnya yang berada dalam tubuh untuk kemudian dikeluarkan. Namun, terdapat orang-orang tertentu yang sistem kekebalan tubuhnya salah membaca substansi obat sehingga dianggap ancaman bagi tubuh.

Gejala Alergi Antibiotik

Gejala yang muncul pada anak dapat langsung saat itu juga setelah minum obat atau beberapa jam setelahnya. Namun, waktu reaksi pada setiap anak berbeda.

Gejala ringan

gejala alergi antibiotik

  1. Ruam atau kemarahan pada kulit, yang ukurannya bervariasi. Kulit akan terlihat seperti bersisik dan mengelupas
  2. Gatal-gatal, pada seluruh tubuhnya atau hanya pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan, leher, pipi atau perut.
  3. Demam, anak juga akan memungkinkan mengalami gejala ini mulai dari ringan sampai berat yang menandakan tubuh anak tidak dapat menerima obat tersebut.
  4. Biduran, berbentuk seperti bentol merah yang memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari kecil ataupun besar. Biasanya gejala ini muncul berkelompok dan rasanya sangat gatal.
  5. Pembengkakan, juga merupakan salah satu gejala alergi antibiotik atau obat tertentu. Biasanya pembengkakan muncul sekitar area mata, bibir, lidah atau wajah.
  6. Batuk, biasanya anak yang mengalami alergi juga menyebabkan batuk yang disertai dengan bunyi ‘ngik’ saat anak bernapas.

Gejala berat

  1. Sesak napas
  2. Detak jantung cepat atau berdebar
  3. Terjadi penyempitan saluran udara dan tenggorokan
  4. Pusing
  5. Kehilangan kesadaran

Apabila mengalami gejala, seperti di atas setelah mengonsumsi obat antibiotik, sebaiknya langsung memeriksakan anak ke dokter.

Faktor Risiko

  • Peningkatan penggunaan obat tertentu, seperti  penggunaan yang berulang, dalam jangka panjang, atau  dosis tinggi.
  • Keturunan juga merupakan salah satu faktor risiko seseorang mengalami alergi, terutama bila ada anggota keluarga yang memiliki alergi obat tertentu.
  • Memiliki riwayat jenis alergi lainseperti alergi makanan.
  • Alergi terhadap obat lain, seperti penisilin, kemungkinan akan mengalami alergi terhadap 

Penanganan Alergi Antibiotik pada Anak

Menghentikan konsumsi obat

Sebaiknya langsung menghentikan mengonsumsi obat penyebab alergi ini dan segera mencari bantuan medis.

Memeriksakan anak ke dokter

Dokter akan memberikan obat untuk membantu meredakan gejala. Kemudian, kemungkinan anak  disarankan untuk melakukan tes alergi untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.

Berhenti konsumsi obat yang sama

Jika sudah mengetahui obat jenis apa yang menyebabkan anak mengalami kondisi tersebut, sebaiknya Anda perlu mencatat dan mengingatnya. Hal ini dapat berguna untuk menghindari penggunaan berulang obat yang sama.