Anak Fimosis, Kini Bisa Sunat Di Rumah

Sebagai orangtua tentunya perlu memberikan perhatian lebih, jikalau anak mengeluhkan sulit buang air kecil atau merasakan nyeri saat buang air kecil. Bisa jadi adalah gejala anak mengalami fimosis. Meskipun, sebenarnya ada beberapa penyakit yang memiliki gejala tersebut, seperti infeksi saluran kemih.  Fimosis biasanya dialami oleh anak laki-laki  yang belum sunat sekitar usia bayi hingga usia 6 tahun. Fimosis adalah keadaan di mana kulup atau kulit yang menutupi kepala penis tidak bisa ditarik ke belakang.

Melakukan sunat pada anak fimosis memang diperlukan. Namun, di masa seperti saat ini yang harus melakukan pembatasan aktivitas ke luar rumah, tentunya membuat Anda sebagai orangtua merasa khawatir. Nah,  demi menjawab kebutuhan sunat dan kekhawatiran orangtua, Rumah Sunat dr. Mahdian punya solusinya, yaitu layanan Sunat di Rumah. Hadirnya layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudah akses bagi para orangtua. Lebih praktis, tidak harus antre, tidak harus keluar rumah, dan tentnya tetap aman. Terlebih lagi bagi orangtua yang anaknya masih kecil dan mengalami fimosis, sunat di rumah bisa jadi solusi.

Dalam hal ini, serupa dengan pasangan selebriti Ryana Dea dan Puadin Redi yang memilih menyunatkan anaknya di rumah dengan layanan Sunat di Rumah milik Rumah Sunat dr. Mahdian.

“Jadi, pas mau disunat kita juga baru tau kalo dia ternyata mengalami fimosis. Untungnya kita milih sunat dari sekarang, mumpung anakya masih kecil juga. Kan katanya sunat anak saat usianya masih muda, bisa mempercepat proses penyembuhan luka sunatnya juga, ” cerita Ryana.

baca juga: Atasi fimosis pada anak dengan sunat

Ia kemudian mengungkapkan alasanya memilih menggunakan layanan Sunat di Rumah karena untuk keamanan dan kenyamanan anak dan keluarganya, “Biasanya tindakan medis kayak gini tuh di rumah sakit kan ya tapi sekarang ternyata bisa di rumah. Apalagi kita lagi mengurangi aktivitas dan bertemu orang luar. Cuman ya kita lihat dari Rumah Sunat dr. Mahdian ini menjalankan protokol kesehatan banget, jadi lebih aman. Tim medisnya pake hazmat, ada disenfektan juga.”

Selain menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus,  peralatan sunat yang digunakan steril dan sekali pakai.

Sunat Nyaman

Sunat di rumah juga bisa memberikan kenyamanan untuk anak karena ia mengenal lingkungannya, selain itu juga metode sunat yang digunakan juga aman. Metode sunat yang digunakan adalah Mahdian klem. Mahdian klem merupakan klem sunat modern pertama karya anak bangsa, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dan diproduksi di dalam negeri.

Bagi anak Ryana Dea yang mengalami fimosis, layanan Sunat di Rumah menggunakan metode sunat Mahdian klem.

“Jadi yang dipakai itu metode sunat Mahdian klem. Kirain bakal berdarah-darah gitu, taunya enggak. Proses sunatnya juga cepet banget 5-10 menitan lah,” ceritanya Ryana.

Mahdian klem memang memiliki banyak keunggulan selain proses sunat yang cepat, bentuk dan ukurannya telah disesuaikan dengan penis anak Indonesia, sekali pakai, jadi satu anak satu klem tidak bisa digunakan ke anak lainnya, minim perdarahan, tanpa perban dan tanpa jahit, setelah sunat anak langsung bisa beraktivitas, bisa mandi, proses sunat kurang dari 10 menit, dan hasil sunat yang baik. Selain itu juga Mahdian klem telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nomor AKD 21103910201.

baca juga: Rasakan kenyamanan sunat di rumah