Fimosis Bisa Diatasi Dengan Sunat

Fimosis, merupakan salah satu kelainan pada penis. Kata ini dari phimos dari bahasaYunani yang berarti “moncong”. Fimosis tak lain ditandai oleh susahnya kulup pada penis ditarik keluar melewati kelenjar penis. Kelainan ini tentu tak mengenakkan karena akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada saat ereksi. Tetapi ketika tak terjadi ereksi dan kulup menutup kembali, rasa sakit itu menghilang. Fimosis dapat diatasi dengan sunat.

LAYANAN RUMAH SUNAT DR MAHDIAN :
Call Center : 021-8242-0020
Whatsapp Chat : https://bit.ly/WebWaChat2
Pendaftaran Online : http://bit.ly/WebDaftarOnline

Fimosis biasanya dianggap normal pada anak kecil. Tetapi, itu normal ketika anak laki-laki belum menginjak umur tujuh tahun. Apabila fimosis masih terjadi pada usia tujuh tahun ke atas, maka ini bisa dipandang sebagai kelainan. Pada kenyataannya 99% kasus fimosis masih terjadi pada anak remaja di usia 16 tahun.

FAKTOR PENYEBAB

Fimosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:

  • Jaringan parut akibat balanitis, yaitu infeksi atau peradangan pada ujung penis. Ini biasanya dapat didiagnosis dengan melihat jaringan parut pada pembukaan kulup.
  • Ujung kulit khatan terlalu sempit untuk melewati kelenjar penis. Ini menjadi tidak normal bila itu terjadi pada orang dewasa.
  • Permukaan bagian dalam kulup menyatu dengan kelenjar penis. Menjadi suatu gangguan bila itu menimpa orang dewasa.
  • Frenulum terlalu pendek, sehingga kulup penis susah ditarik. Frenulum terletak di bagian bawah penis berdekatan dengan kelenjar penis.
  • Gula darah dalam urin, sehingga menimbulkan infeksi pada kulit khatan.
  • Peradangan kronis lain,
  • Kateterisasi berulang atau pencabutan kulit khatan secara paksa.
  • Faktor yang tidak diketahui.

MENGATASI FIMOSIS

Untuk mengatasi Fimosis, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan. Bagi mereka yang kondisinya tidak membaik, dapat diberikan krim steroid dapat digunakan untuk mencoba melonggarkan kulit yang kencang. Beberapa obat yang bisa diberikan, di antaranya, betamethasone, cortisone, dan mometasone furoate.  Obat-obat tersebut sebaiknya diberikan pada saat si penderita belum menjalani tindakan sunat. Obat itu bekerja dengan mengurangi peradangan sehingga kulit penis menipis kembali.

Jika metode ini, dikombinasikan dengan latihan peregangan, tidak efektif, maka pada kasus fimosis sunat merupakan salah satu solusinya.