Kiat Perawatan Pasca Khitan

Sebagai orangtua pastinya tidak ingin setelah anak melaksanakan sunat atau khitan, luka sunatnya tidak sembuh-sembuh dan malah muncul masalah baru, seperti bengkak, luka tidak kering-kering, bernanah, dan lain-lain. Belum lagi mungkin sang anak malu, karena belum bisa dengan leluasa memakai celana seperti teman-temannya. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan perawatan yang tepat pada luka sunat anak Anda. Berikut ini macam-macam cara perawatannya:

1. Berikan Madu Pada Luka Bekas Khitan Ternyata khasiat madu sangat bagus untuk membantu mengurangi rasa sakit setelah dikhitan.Selain itu, madu ini juga dapat mempercepat pengeringan luka sunat. Oleskan madu pada luka khitan anak sesering mungkin setelah selesai mandi atau buang air kecil.

2. Usahakan Agar Anak Tidak Melakukan Banyak Aktivitas Awasi anak agar tidak banyak melakukan aktivitas, akan memperkecil kemungkinan terjadinya bengkak pada luka sunatnya. Terutama aktivitas yang ekstrim atau berlebihan, misalnya berlari, berguling-guling, atau bahkan melompat-lompat. Karena disamping memperlambat proses pengeringan luka, juga dapat berakibat fatal sampai terjadi pendarahan.

3. Atur Pola Makan Secara Teratur Kadang kita mendengar ada beberapa pantangan makanan bagi anak yang baru disunat. Makanan seperti telur, ikan, dan daging-dagingan sering dihindari karena dianggap akan memperlama penyembuhan luka sunat. Itu
hanyalah mitos. Makanan-makanan yang mengandung banyak protein justru dibutuhkan oleh tubuh untuk proses penyembuhan dan pengeringan luka. Akan lebih baik apabila ditambahkan dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan. Jadi, tetap jaga pola makan dengan makanan bergizi dan protein yang mencukupi.

4. Menjaga Kebersihan Area Genitalia Tetap Bersih dan Kering Usahakan agar daerah kelamin anak tetap bersih dan kering. Hal ini sangat penting, kalau daerah kelamin lembab, tentu luka sunatnya basah, perih, dan susah kering. Disamping itu apabila lembab atau tidak menjaga kebersihan maka akan menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman. 5. Mengganti Perban Bila Basah Atau Kotor Sesuaikan dengan anjuran dokter. Ganti perban luka sunat anak secara teratur, terutama apabila perban telah basah ataupun kotor supaya luka cepat sembuh dan terjaga kebersihannya.

POST REPLY