MANFAAT SUNAT SECARA SEKSUAL

JAKARTA- Sunat atau sirkumsisi adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Sunat kerap kali dikaitkan dengan tradisi budaya tertentu maupun keagamaan, seperti agama islam yang mewajibkan semua laki-laki harus disunat. Namun, selain karena faktor agama dan tradisi, sunat juga memiliki manfaat bagi kesehatan dan juga memberikan manfaat secara seksual.

Sunat pada pria dewasa dapat menurunkan risiko penularan HIV/AIDS, menurunkan risiko terjadinya kanker prostat, kanker penis, infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, dan menurunkan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita pasangannya. Selain itu, sunat dapat memberikan manfaat secara seksual. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Chicago, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa sunat dapat meingkatkan kenikmatan seksual dan dapat menurunkan cedera karena berhubungan seksual.

TAHAN LAMA DI TEMPAT TIDUR

Dalam sebuah penelitian pada tahun 2014, pria dewasa yang telah melakukan sunat tercatat membutuhkan waktu yang lebih lama sebelum ejakulasi. Mereka bertahan rata-rata 20 detik lebih lama setelah sunat. Para peneliti menduga waktu ejakulasi berlangsung lebih lama karena sunat ketika dewasa mengurangi sensitivitas penis.

MENINGKATKAN KEPUASAN PASANGAN

Pada pria yang telah disunat, dapat meningkatkan kepuasan pasangannya. Pada sebuah studi tahun 2011, menemukan bahwa pria dewasa yang telah disunat cenderung memiliki tingkat infeksi HPV yang lebih rendah dan begitu pula dengan pasangan wanita mereka. Karena itu, lebih sedikit pria yang terinfeksi, lebih sedikit juga penularan HPV pada pasangan mereka. Sekitar 40 persen wanita melaporkan lebih puas secara seksual setelah pasangannya disunat; alasannya – kebersihan yang lebih baik.

MENURUKAN RISIKO STD

Sunat atau khitan dapat mengurangi risiko HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Centers For Disease Control and Prevention mencatat risiko penyakit menular seksual seperti herpes genital dan HPV lebih rendah. Sebuah studi tahun 2009 di Uganda menemukan pria yang disunat memiliki risiko herpes genital 25 persen lebih rendah dan risiko HPV, virus yang dapat menyebabkan kutil kelamin dan kanker 35 persen lebih rendah.

Para peneliti menekankan sunat dan hubungan seks yang aman adalah faktor kunci dalam mencegah HIV dan peyakit menular seksual. Jelas sudah, sunat selain memiliki manfaat bagi kesehatan pria, juga dapat meningkatkan kepuasan seksual bagi pria dan wanita.