Perempuan Pun Perlu Terlibat Advokasi Sunat Laki-laki

Bagi kebanyakan sunat hanya berguna bagi laki-laki. Dengan sunat laki-laki bisa terbebas dari berbagai penyakit yang menular secara seksual. Padahal tidak hanya demikian. Dengan sunat, perempuan mendapatkan manfaat pula. Sunat menyulitkan kuman penyakit bersarang di penis.  Kuman tidak akan mendekam di penis karena laki-laki selalu membasuhnya dengan air dan membersihkan dengan sabun.

Sebab kuman seperti jamur dan bakteri lebih suka di tempat yang lembab dan tertutup. Pada laki-laki yang belum disunat biasanya penis tertutup oleh kulup. Kulup adalah daging yang menyelubungi ujung penis. Dalam keadaan normal, kulup selalu menutup ujung penis, meskipun laki-laki membasuh dan membersihkannya seusai buang air kecil atau mandi. Andaikata kulup terus menutupi ujung penis dalam jangka lama, bisa menjadi sarang bagi jamur dan kuman penyakit.

Banyak penyakit yang bisa ditularkan lewat hubungan intim. Misalnya, HIV (human immunodeficiency virus), HPV (human papilloma virus), sifilis, herpes dan sebagainya. Penyakit ini bisa menular pada perempuan karena laki-laki cenderung tidak dikhitan. Kulup bisa menjadi tempat menumpuknya kotoran dan kuman penyakit pada laki-laki

PERAN PEREMPUAN DALAM SUNAT

Kebiasaan yang baik dilakukan pada laki-laki bisa memberikan dampak pula perempuan pasangannya. Meskipun tetap harus menggunakan alat pengaman berupa kondom, perempuan tak perlu terlalu kawatir akan tertular penyakit menular yang dibawa pasangannya lewat hubungan intim. Maka, banyak dokter yang menyarankan agar perempuan pun perlu terlibat aktif dalam advokasi sunat pada laki-laki.

Perempuan yang ingin terhindar beberapa penyakit, seperti kanker serviks, bisa melakukan advokasi ini dengan tidak memandang jenis kelamin. Ini karena kanker serviks lebih banyak disebabkan oleh kuman HPV yang bersarang di alat kelaminnya. HPV tadi bisa membuat terjadi mutasi sel-sel abnormal yang menjurus pada perkembangan kanker serviks.

Perempuan bisa meminta anggota keluarganya, baik kepada anak-anak atau saudara kandung laki-laki untuk melakukan prosedur sunat. Itu bisa dilakukan pula di komunitas. Atau perempuan meminta kerabat perempuan untuk memilih pasangan yang sudah disunat. Jika mereka tetap memilih pasangan yang tidak disunat, maka mereka akan menanggung sendiri risikonya.

PENTINGNYA SUNAT

Dalam kasus di mana terdapat banyak kasus penyakit menular, khitan ikut berperan penting meminimalisir penularan. Apalagi pada negara-negara yang sangat sedikit persediaan alat pengaman seperti kondom, seperti di beberapa di daratan Afrika. Meskipun ini masih menjadi pertentangan. Sebab di Amerika Serikat dan Inggris yang memiliki angka orang yang di sunat cukup tinggi, yaitu sebesar  71% dan 21%, memiliki angka kasus HPV sekitar 25,1% untuk laki-laki dan 20,4% untuk perempuan.

Demikian pula dengan pasangannya. Perempuan juga perlu menjaga kesehatan organ intimnya agar tidak menulari pasangan laki-lakinya.

Selain untuk pencegahan penyakit, sunat laki-laki dewasa juga bisa meningkatkan stimulasi seksual pada kedua pasangan. Jika tidak terbuka lebar sensasi tidak akan begitu dirasakan pada laki-laki dan perempuan. Selain itu gesekan kulup pada saat berhubungan intim bisa membuat penis menjadi terluka dan menimbulkan rasa sakit. Inilah yang musti diketahui perempuan mengenai pentingnya bagi perempuan untuk memberitahu pasangan untuk segera disunat. Kemudian, sunat juga dapat menghindarkan laki-laki dari risiko terkena kanker penis, kanker zakar, dan penyakit radang saluran kencing. Sebagian besar radang saluran kencing ditemukan pada anak-anak laki-laki yang belum disunat.

Maka dari itu peran perempuan sangat penting dalam advokasi soal manfaat sunat laki-laki. Yaitu tidak hanya melindungi perempuan dari risiko penularan penyakit dari pasangannya, melainkan juga melindungi laki-laki dari risiko terkena penyakit.