PERSIAPAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM SEBELUM SUNAT DEWASA

Faktanya, pria berumur tetap dapat melakukan sunat dewasa. Namun, sebelum sunat ada persiapan yang harus dilakukan laki-laki dewasa salah satunya adalah melakukan pemeriksaan laboratorium.

Tujuan melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum sunat dewasa adalah untuk meminimalkan risiko dan komplikasi pascasunat. Pemeriksaan laboratorium untuk usia 20-40 tahun sebaiknya melakukan tes Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Bleeding Time-Clothing Time (BT-CT), sedangkan untuk di atas 40 tahun perlu melengkapi dengan pemeriksaan hematologi sederhana.

Persiapan Sunat Dewasa

Selain melakukan pemeriksaan laboratorium, ada beberapa hal yang perlu dilakukan seperti:

  • Konsultasi dengan dokter

Jangan lupa ceritakan kepada dokter kondisi kesehatan Anda. Misalkan, memiliki penyakit tertentu. Lalu, tanyakan metode sunat apa yang tersedia dan bagaimana proses sunatnya.

  • Menjaga kesehatan

Sangat penting menjaga kesehatan hingga hari tindakan sunat tiba. Daya tahan tubuh yang baik dapat membuat proses penyembuhan nanti menjadi lebih cepat.

  • Mencukur bulu pubis

Tujuan dari mencukur bulu pubis adalah agar tidak mengganggu selama proses sunat. Hal ini akan membantu mengurangi risiko infeksi karena bagian kemaluan cenderung lembab itu sebabnya kebersihan area ini harus dijaga.

  • Tidak memakai celana ketat

Jangan menggunakan celana ketat usai sunat untuk menghindari pergesekan yang dapat menyebabkan rasa nyeri atau ngilu.

 Pelaksanaan Prosedur Sunat

Setelah melakukan persiapan sunat dewasa, dalam pembahasan kali ini, pelaksanaan prosedur sunat untuk dewasa adalah menggunakan alat sunat bernama gun stapler.

Sebenarnya, pelaksanaan prosedur sunat dewasa dengan menggunakan gun stapler sama saja dengan sunat pada umumnya. Hanya saja alat yang digunakan berbeda. Gun stapler merupakan alat sunat modern dengan bentuk seperti pistol.

1. Gun stapler yang digunakan, menyesuaikan ukuran penis. Maka di tahap awal, penis akan diukur terlebih dahulu untuk menentukan ukuran gun stapler yang sesuai.

2. Setelah itu penis diberikan suntikan anestesi. Area penyuntikan disterilkan terlebih dahulu dengan desinfektan, misalnya povidine iodine.

3. Masukkan bagian lonceng (glans bell) ke dalam kulup yang diikat dengan tali tis. Lalu masukkan ujung gun stapler ke dalam kepala penis dan tarik pelatuknya untuk menggerakkan pisau bedah. Pisau bedah akan menghilangkan kulup. 

Setelah Sunat

Setelah sunat, dokter akan menjadwalkan waktu kontrol untuk pasien. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat. Pasien dianjurkan untuk mengikuti semua anjuran perawatan pascasunat.  

Segera ke dokter jika terjadi hal-hal berikut ini selama masa penyembuhan:

  • Perdarahan.
  • Demam.
  • Kemerahan dan pembengkakan pada penis yang makin memburuk.
  • Tanda-tanda infeksi, seperti adanya nanah atau gelembung berisi nanah.