Pertanyaan Yang Sering Muncul Pada Orang Sunat Klamp

Meski sudah mulai diperkenalkan semenjak tahun 2001 di Jerman, dan mulai digunakan Rumah Sunatan semenjak pertengahan 2000. Ternyata metode sunat klamp ini masih mengundang banyak pertanyaan bagi masyarakat luas, terutama tentang penggunaan dan perawatannya. Berikut ini adalah rangkaian  pertanyaan yang sering ditanyakan berkenaan dengan perawatan pasca sunat metode klamp atau biasa disebut frequently asked questions, pertanyaan ini disertai dengan jawaban sehingga akan langsung menjawab pertanyaan itu.

Sedikit Informasi Tentang Cerita Sunat Klamp

Metode klamp merupakan metode sunat yang menggunakan tabung plastik anti bakteri dan ring/cincin sebagai pengganti perban dan jahitan, sehingga tindakan sunat tidak lagi berisiko pendarahan atau infeksi, metode ini juga meminimalisir rasa sakit yang dirasakan pasien. Metode klamp merupakan metode terbaik saat ini yang diperkenalkan sejak tahun 2001 di Jerman. Ada berbagai metode klamp yang saat ini terkenal di dunia seperti Smart Klamp, Alis Klamp, Tara Klamp. Klamp ini terbuat dari bahan plastik dengan cara kerja seperti klamp tali pusar pada bayi yang baru lahir.

“Sebenarnya metode klamp ini adalah metode terbaru dari sekian banyak metode yang sudah berkembang selama ini.” Ujar dr. Dzaiem yang sudah praktik di Rumah Sunatan semenjak 2010 ini.

Kemudian dr. Dzaiem melanjutkan, “Metode smart klamp ini dikembangkan dan diperkenalkan semenjak tahun 2001, hanya memang diperkenalkan di luar negeri.”

Hal inilah yang membuat metode smart klamp masih begitu asing bagi banyak orang indonesia, padahal negara-negara Islam sudah semenjak lama mengembangkan metode ini demi memudahkan dan meminimalisir rasa sakit ketika disunat. “Akhirnya metode ini kembangkan oleh banyak negara muslim.” Imbuhnya.

Menurut dr. Dzaiem metode smart klamp ini adalah metode penyempurna dari metode sunat sebelumnya, sebelum munculnya metode smart klamp banyak digunakan metode ‘laser’ atau dalam bahasa medis ‘electric cauter’. Mengenai metode laser, dr. Dzaiem menjelaskan lebih lanjut lagi.

“Metode laser adalah suatu lempeng besi yang dipanaskan dengan menggunakan medan listrik, medan listrik yang memanaskan lempeng besi itulah yang digunakan untuk menyunat.” Kata dokter tampan berkaca mata ini.

Sampai saat ini metode laser masih banyak digunakan di banyak tempat, penggunaan laser masih marak karena kurangnya informasi tentang metode smart klamp yang sudah lebih modern, aman, dan nyaman bagi anak. Hal yang sama diucapkan oleh dr. Dzaiem, “Sampai sekarang masih banyak juga dilakukan (metode laser), terutama mungkin yang belum banyak mengenal lebih jauh tentang metode klamp ini.”

Apa Saja Pertanyaan Yang Sering Diajukan Tentang Sunat Klamp?

Kemudian apa saja pertanyaan yang kerap ditanyakan masyarakat tentang klamp? Mari simak penuturan berikut ini:

1.    Apakah pemberian antibiotik perlu?

Pada pasien sunat dengan metode klamp biasanya tidak perlu diberikan antibiotik oral. Hal ini disebabkan pada metode klamp, luka bekas sunat berada pada sistem tertutup yang aman dari risiko infeksi. Selain bahan plastik klmap mengandung anti bakteri yang mengurangi risiko terjadinya infeksi. Karena itu obat antibiotik topikal (obat tetes) yang lebih efektif pada area sekitar luka sunat khususnya pada pasien yang menderita fimiosis. Obat lain yang perlu diminum adalah analgesik (penghilang sakit) dan antiinflamasi (mengurangi bengkak). Minumlah obat secara teratur sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

2.    Bagaimana jika anak takut untuk mandi?

Tidak mandi karena takut akan luka dapat menyebabkan higienis pada daerah sunat menjadi buruk dan muncul bau. Apabila kotoran bekas air seni atau pun keringat pada sekitar luka sunat tidak bersih maka berpotensi terjadi infeksi sekunder setelah pelepasan klamp.Untuk menjaga kebersihan area sekitar genitalia dari bekas keringat, jamu, bakteri dan sebagainya. Maka sangat disarankan membersihkan area genitalia dengan menggunakan wash gloves antiseptik khusus yang mengandung triple stength antiseptik. Produk ini dapat anda peroleh di Rumah Sunatan atau apotek tertentu.

3.    Berapa lama obat anastesi akan bertahan?

Obat anastesi yang diberikan adalah anastesi lokal yang masa bekerjanya lebih kurang 60-90 menit. Karena itu sebaiknya anak meminum obat analgesik oral yang diberikan sebelum efek anastesi lokal yang diberikan habis.

4.    Mengapa timbul rasa nyeri setelah obat bius habis?

Nyeri setelah sunat akan muncul setelah obat anastesi lokal yang disuntikan habis masa bekerjanya atau sekitar 60-90 menit setelah sunat. Nyeri tersebut muncul akibat 2 hal, yaitu luka sayatan dan iritasi pada pasien fimiosis. Setelah delapan jam ujung saraf bebas luka sayatan akan mulai mengalami nekrotik karena jepitan klamp sehingga rasa nyeri akan hilang dari luka sayatan. Sedangkan nyeri pada iritasi fimiosis akan hilang setelah 2-3 hari dan cukup minum obat analgesik saja.

5.    Apakah anak boleh beraktivitas?

Setelah proses sunat anak disarankan tidak terlalu banyak beraktivitas khususnya pada 8 jam pertama. Selanjutnya anak bebas beraktivitas seperti bermain, naik sepeda, berpergian bersama keluarga, berlibur, bahkan berenang sekali pun. Hal ini disebabkan sistem klamp yang mengunci luka aman dari risiko pendarahan atau pun infeksi. Anak juga bisa langsung pakai celana atau sekolah keesokan harinya. Pada saat beraktivitas hindari benturan langsung atau pun tarikan pada klamp yang dapat mengakibatkan klamp terlepas. Secara uji mekanik jepitan klamp pada luka dapat menahan beban 1,6 kg.

6.    Mengapa setelah sunat anak susah buang air kecil?

Apa bila anak mengeluh susah kencing, pastikan bahwa hal tersebut bukan karena faktor psikis anak yang takut akan terjadi rasa sakit jika kencing. Sebagian besar keluhan susah kencing terjadi akibat rasa takut anak yang berlebihan. Bujuklah anak dengan pelan dan yakinkan bahwa tidak akan muncul rasa sakit saat kencing. Apabila tetap tidak bisa maka bawalah anak ke klinik Rumah Sunatan atau hubungi emergency call untuk menadapatkan bantuan.

7.    Bagaimana jika anak tidak mau memakai celana?

Gunakan celana sunat untuk melindungi glans dan area luka sunat dari gesekan dan benturan. Pada beberapa hari pertama setelah sunat area glans akan sangat sensitif bahkan bila terkena kain sekalipun. Hal ini adalah wajar dan tidak perlu khawatir sebab setelah beberapa minggu glans akan dapat beradaptasi dan rasa linu akan jauh berkurang.

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul tentang metode klamp berikut jawabannya, semoga dapat menjadi acuan bagi para orang tua yang telah menyunatkan anaknya di Rumah Sunatan atau pun anda yang sedang dalam rencana menyunatkan anak anda di Rumah Sunatan. Sesungguhnya anda tidak perlu ragu untuk menyunatkan anak di Rumah Sunatan, karena kami memiliki metode yang modern dan pelayanan yang terbaik untuk orang sunat klamp.

POST REPLY