REVOLUSI SUNAT TANPA JARUM SUNTIK

JAKARTA– Ketika mendengar kata jarum suntik, tidak sedikit orang yang langsung ketakutan. Menurut The American Psychiatric Association, terdapat 10% orang di dunia yang mengalami fobia jarum suntik. Biasanya, orang yang mengalami fobia jarum suntik akan menghindari perawatan medis dengan menggunakan alat ini.

Padahal, pemberian obat melalui suntikan menjadi bagian utama tindakan medis untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Meski begitu, penggunaan jarum suntik membuat pasien merasa ketakutan. Bayangan akan rasa nyeri menjadi salah satu alasan utamanya.

Dalam hal ini, Rumah Sunat dr. Mahdian, sebagai pusat pelayanan khitan anak dan dewasa, memiliki metode canggih untuk mengatasi hal tersebut. Dalam diskusi bersama media di Rumah Makan Handayani, Jakarta, telah disebutkan bahwa Rumah Sunat dr. Mahdian menggunakan metode sunat tanpa jarum suntik atau menggunakan teknologi needle free injection sebagai alat untuk pemberian anestesi kepada pasien sunat. Metode ini menggunakan teknologi terkini tanpa jarum suntik.

“Dengan teknologi ini waktu capai analgesia pasien sunat menjadi lebih cepat, tanpa menimbulkan cidera jaringan dan tanpa rasa sakit,” ujar dr. Mahdian dalam diskusi tersebut.

Selain menghadirkan dr. Mahdian, selaku pemilik Rumah Sunat dr. Mahdian, juga menghadirkan dr. Encep Wahyudan sebagai pembicara, selaku salah satu praktisi sunat di Rumah Sunat dr. Mahdian.

Diharapkan dengan adanya diskusi ini, masyarakat dapat memiliki pemahaman mengenai sunat tanpa suntik. Metode sunat tanpa suntik ini dapat membantu anak dengan fobia jarum suntik untuk merasa lebih nyaman. Selain itu, sunat tanpa jarum suntik ini dapat menghindarkan trauma pada anak.