Sariawan di Vagina dan Terapinya

Pada kasus yang berat, prolaps uteri dapat menimbulkan komplikasi berupa ulkus dan prolaps dari organ di panggul yang lain. Pada kasus yang berat, lapisan dalam vagina dapat bergeser dan menonjol di luar tubuh, dan bergesekan dengan pakaian dalam. Akibatnya dapat terjadi ulkus atau sariawan pada vagina. Adanya sariawan ini dapat menyebabkan infeksi.

Prolaps rahim terjadi akibat longgarnya jaringan penyangga dalam panggul. Oleh karena itu, ada kemungkinan prolaps dari organ lain di dalam panggul, seperti kandung kemih dan rektum. Prolaps dari kandung kemih disebut dengan sistokel, yang menonjol ke bagian depan vagina, menimbulkan gangguan berkemih dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Sedangkan prolaps dari rektum dikenal dengan rektokel, yang dapat menimbulkan kesulitan dalam buang air besar.

Terapi melalui Perubahan Gaya Hidup

Kebanayakan kasus prolaps uteri yang ringan tidak memerlukan terapi, kecuali jika timbul gejala yang mengganggu. Langkah pertama dalam menghadapi prolaps uteri adalah dengan mengubah gaya hidup. Misalnya dengan menurunkan berat badan pada yang mengalami obesitas, menghindari mengangkat benda-benda berat, mengobati batuk jika ada, serta menghindari merokok.

Pada kasus yang sedang sampai berat, dapat digunakan alat sejenis karet atau plastik berbentuk bundar disebut vaginal pessary, yang dapat disisipkan ke dalam vagina. Gunanya adalah menjaga rahim agar tetap berada di tempatnya. Ukuran vaginal pessary disesuaikan dengan masing-masing penderita. Alat ini dapat digunakan sementara ataupun permanen, dan perlu dibersihkan secara teratur. Jika tidak, dapat menimbulkan keputihan, serta iritasi atau luka pada vagina.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi prolaps uteri adalah pembedahan. perlu tidaknya tindakan pembedahan harus dipertimbangkan secara matang, dengan memperhatikan derajat prolaps, kemungkinan ingin memiliki anak di kemudian hari, adanya penyakit lain, keinginan penderita untuk memulihkan fungsi vaginanya, serta usia dan keadaan umum penderita. Jenis pembedahan yang sering dilakukan adalah histerektomi atau pengangkatan rahim. Terapi ini umumnya dipilih oleh mereka yang berusia lanjut, telah menopause, dan tidak ingin lagi memiliki anak. Meski demikian, ada jenis pembedahan yang tidak memerlukan pengangkatan rahim. Misalnya dengan pembedahan fiksasi sacrospinous, dengan mengikat jaringan ligamen yang menyangga rahim. Namun, tidak jarang pula penderita mengalami kekambuhan sehingga memerlukan pembedahan ulang.

Bagi wanita yang berisiko mengalami prolaps uteri, yang penting adalah menjaga supaya tidak terlalu banyak tekanan dalam panggul. Misalnya menghindari membawa benda terlalu berat, kurangi berat badan pada obesitas, hindari mengejan berlebihan saat buang air besar, bila batuk lama segera diobati, dan lain-lain. Pada wanita menopause, dapat diberikan terapi estrogen, baik secara vaginal atau oral, untuk menjaga tonus otot di daerah vagina.

Selain terapi di atas, tidak ada salahnya wanita yang telah sering melahirkan untuk melakukan senam Kegel secara rutin. Senam Kegel yang dilakukan secara teratur bermanfaat untuk memperkuat otot-otot dasar panggul. Senam ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa diketahui orang lain.

Langkah-langkah senam Kegel

  1. Kontraksikan otot dasar panggul, dengan cara seperti menahan kencing yang mengalir.
  2. Kosongkan kandung kemih dan berbaring terlentang. Kencangkan otot dasar panggul selama 5 detik, kemudian dilemaskan juga selama 5 detik. Lakukan sebanyak 4 atau 5 kali berturut-turut. Kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap sampai 10 detik setiap kali dikencangkan dan dilepaskan.
  3. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pastikan hanya otot dasar panggul yang bekerja, tanpa diikuti oleh otot perut, paha, ataupun bokong. Hindari menahan napas.
  4. Latihan dilakukan sebanyak 3 kali sehari dengan pengulangan sebanyak 10 kali.

POST REPLY