Sunat Perempuan, Mengapa Tidak?

Bagi segelintir orang dan organisasi di luar negeri, sunat hanya diperbolehkan dilakukan pada laki-laki. Sedangkan pada perempuan, sunat tidak dianjurkan. Ada beberapa alasan mereka menentang sunat pada wanita.

Salah satu keberatan mereka adalah bahwa sunat disamakan dengan mutilasi, karena memotong alat genital wanita. Bahkan mereka menuding khitan perempuan sebagai salah satu bentuk pelecehan seksual terhadap anak perempuan. Sunat dianggap pula keji karena dilakukan pada pembiusan lokal atau total.

Jika sunat laki-laki bermanfaat untuk pencegahan penyakit menular, sedangkan mereka menganggap khitan perempuan tidak memiliki manfaat sedikit pun dari segi kesehatan.

SUNAT PEREMPUAN

Sunat anak perempuan biasanya dilakukan pada saat berusia bayi dan sebelum beranjak umur 15 tahun. Atau lebih tepatnya dikerjakan sebelum perempuan menginjak masa puber. Masa puber ditandai dengan haid pertama atau keluarnya darah dari alat kelamin perempuan.

Meski ditentang, banyak wanita di dunia termasuk di Indonesia masih mempraktekkan sunat wanita. Sunat wanita memang merupakan salah satu ajaran agama Islam. Agama Islam mengharuskan semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, untuk disunat. Kewajiban inilah yang terus dianut dan dipercaya dan telah menjadi tradisi yang terus terjadi di banyak negara.

Sunat bayi perempuan dilakukan dengan menggores sebagian kecil kulup atau penutup klitoris pada alat kelamin. Selain itu juga dapat berupa menggores bagian labia minora. Kedua organ tersebut berada di bagian dalam mulut alat kelamin perempuan. Penggoresannya pun hanya menggunakan ujung jarum yang steril. Jadi tidak merusak klitoris atau labia minora.

MANFAAT

Tentu saja mereka yang tetap melakukan sunat memiliki beberapa pertimbangan. Berdasarkan syariat Islam, sunat bisa menghindarkan perempuan dari najis. Dengan menggores kulup klitoris, tidak ada lagi kotoran yang menumpuk di situ. Apabila belum disunat, perempuan dianggap tidak sah jika melakukan ibadah sholat, meskipun sudah berwudhu dan tidak haid.

Namun, sunat wanita tak hanya penting menurut ajaran agama Islam. Mereka melihat banyak manfaat yang diperoleh perempuan dengan melakukan sunat dari segi kesehatan. Manfaat pertama, sunat pada kaum hawa adalah bisa mengurangi keluarnya cairan dari labia minora. Labia minora adalah bagian genital perempuan yang berfungsi sebagai saluran urin. Pada perempuan yang tidak disunat, cairan yang keluar dari labia minora akan menumpuk dan menjadi tengik.

Apabila bau tidak sedap ini dibiarkan terus akan menyebabkan infeksi pada alat kelamin perempuan, seperti pada vagina atau saluran kencingnya. Banyak kasus perempuan yang memiliki infeksi seperti itu.

Manfaat kedua, sunat mengurangi sensitivitas berlebihan ketika terangsang. Sensitivitas berlebihan bisa menggangu bagi suami pada saat berhubungan seksual. Lain halnya bila perempuan sudah disunat, reaksi seksual pada saat berhubungan intim tidak berlebihan.

Manfaat ketiga, adalah mencegah rangsangan berlebih pada klitoris. Rangsangan berlebih bisa mengakibatkan klitoris membesar dan meradang. Peradangan ini bisa menimbulkan rasa sakit pada perempuan.

Sunat anak perempuan hanya dapat dikerjakan oleh tenaga dokter yang trampil. Tanpa ketrampilan, goresan bisa menimbulkan luka dalam pada alat genital. Nah, Klinik Sunat Dokter Mahdian memiliki kemampuan untuk melakukan sunat perempuan dengan aman tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan.