WANITA BERISIKO ALAMI INFEKSI SALURAN KENCING

Infeksi saluran kencing atau istilah medisnya dikenal dengan cystitis adalah kondisi ketika kandung kemih dan bagian atas uretra meradang (merah dan bengkak). Gejala umumnya adalah selalu merasa ingin buang air kecil, namun ketika buang air kecil, air seni yang keluar sedikit. Kondisi ini lebih dikenal dengan anyang-anyangan. 

Infeksi saluran kencing dapat terjadi pada siapa saja, namun wanita jauh lebih rentan mengalami kondisi ini. Terdapat sebuah penelitian yang mengatakan 1 dari lima wanita mengalami infeksi saluran kencing setidaknya satu kali dalam hidupnya. Kecenderungan ini disebabkan karena  wanita memiliki uretra lebih pendek dibandingkan laki-laki, sehingga akses perpindahan bakteri ke kandung kemih menjadi lebih cepat.

ALASAN WANITA LEBIH BERISIKO

alasan-wanita-lebih-berisiko

Dibandingkan pria, wanita memang lebih rentan terkena infeksi saluran kemih. Biasanya,  kondisi ini menyerang wanita usia 20–40 tahun. Kenapa wanita lebih berisiko? berikut penjelasannya.

ANATOMI TUBUH WANITA

Wanita memiliki uretra (saluran terakhir yang membuang urin ke luar tubuh) yang lebih pendek daripada pria, hal ini membuat bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih wanita. Selain itu, uretra wanita juga berada lebih dekat ke anus. Maka dari itu, setelah buang air kecil maupun buang air besar, disarankan untuk membilas dari arah depan ke belakang. Mengapa? karena dengan melakukan dari depan ke belakang dapat mencegah perpindah bakteri dari anus ke uretra. Jika dilakukan sebaliknya, bakteri dari usus besar seperti bakteri E.Coli  bisa berpindah ke uretra.  Bahayanya, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi, jika sudah terjadi infeksi dan tidak segera diobati, infeksi dapat menyebar ke daerah ginjal.

AKTIVITAS SEKSUAL

Wanita yang aktif secara seksual memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi saluran kencing. Mempunyai pasangan seksual baru juga meningkatkan risiko seorang wanita terkena infeksi saluran kencing. Melakukan aktivitas seksual juga dapat memicu perpindahan bakteri dari vagina ke uretra, sehingga bisa menyebabkan infeksi pada saluran kemih.

HORMONAL

Wanita mengalami siklus menstruasi. Pada keadaan ini, saluran kemih mudah terinfeksi karena perubahan level hormon.

KEHAMILAN

Selama masa kehamilan, sistem pengeluaran urine dari ginjal ke kandung kemih lebih besar sehingga terjadi keterlambatan dalam pengosongan kandung kemih. Hal ini menyebabkan infeksi lebih mudah terjadi, dan tidak menutup kemungkinan meluas sehingga menyebabkan infeksi pada ginjal.

MENCEGAH INFEKSI SALURAN KENCING

mencegah-infeksi-saluran-kencing

  • Jangan menahan buang air kecil.
  • Setelah selesai buang air kecil atau buang air besar, bersihkan dengan cara dari depan ke belakang. bukan sebaliknya.
  • Minum banyak air, 8-10 gelas sehari.
  • Hindari produk semprot untuk membersihkan daerah kewanitaan, juga produk yang mengandung pengharum. Produk ini hanya akan meningkatkan risiko iritasi.
  • Bersihkan area kewanitaan sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.
  • Hindari menggunakan alat kontrasepsi diafragma, kondom tidak berpelumas, atau gel spermisida.
  • Jaga daerah kemaluan  tetap kering dengan menggunakan pakaian dari katun atau menggunakan pakaian yang lebih longgar. Hindari memakai celana jeans ketat dan celana dalam dari bahan nilon karena bisa membuat daerah kemaluan Anda  lebih lembap, membuat bakteri lebih mudah tumbuh.