ASI Mencegah Obesitas Pada Anak

Air susu ibu (ASI) adalah sumber makanan  pertama dan terbaik, yang diproduksi oleh  ibu  bersifat alamiah dan unik untuk anaknya. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan di dalam tubuh ibu untuk menjamin proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Selain menyediakan nutrisi lengkap untuk seorang anak, ASI juga memberikan perlindungan pada bayi atas infeksi dan penyakit bayi.

LAYANAN RUMAH SUNAT DR MAHDIAN :

Call Center : 021-8242-0020

Whatsapp Chat : https://bit.ly/WebWaChat2

Pendaftaran Online : http://bit.ly/WebDaftarOnline

Manfaat ASI bagi bayi begitu besar sehingga makanan alami ini tidak tergantikan oleh makanan lainnya. Selain mengandung banyak protein yang mudah diserap tubuh dan garam mineral yang baik untuk imunitas, ASI juga terdiri dari banyak vitamin. Tak hanya memiliki kandungan nutrisi yang komplit untuk daya tahan tubuh, ASI pada bayi juga mengurangi risiko terkena kegemukan (obesitas).

Menurut Riskesdas, pada tahun 2010 angka kegemukan pada balita mencapai 14%, sedangkan pada tahun 2013 sebesar 11,9%. Obesitas pada anak berisiko 1,8 kali menjadi obesitas pada masa dewasa. Obesitas pada anak juga bisa berdampak pada penurunan prestasi belajar dan menarik diri dari lingkungan sosial.

ASI Mencegah Obesitas

asi-mencegah-obesitas

Divisi Nutrisi, Aktifitas Fisik dan Obesitas, National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion (CDC) di Amerika melakukan penelitian bayi yang diberikan ASI eksklusif tidak akan mempunyai kelebihan berat badan setelah usia 6 bulan. Mereka juga meneliti bayi yang menghabiskan susu formula apakah akan mengalami kelebihan berat badan setelah usia 6 bulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bayi yang mendapat ASI sebelum usia 6 bulan mempunyai risiko rendah untuk mengalami kelebihan berat badan, sedangkan sebaliknya bayi yang mengonsumsi susu botol berisiko tinggi kelebihan berat badan. Peneliti juga berkesimpulan konsumsi susu botol terlebih bila sering dihabiskan merupakan faktor risiko independen terhadap berkembangnya obesitas anak.

  1. Bayi yang mengonsumsi ASI dapat mengatur asupan kalori sesuai kebutuhan dan ibu bayi. Bila bayinya berhenti minum artinya kebutuhan nutrisi sudah terpenuhi. Sedangkan ibu yang bayinya mendapat susu botol umumnya kurang yakin apakah bila botol susu bayi kosong, bayi telah mendapat cukup asupan nutrisinya.
  2. Bayi yang mendapat ASI lebih mudah menerima makanan padat pada saat penyapihan dibandingkan bayi yang mendapatsusu formula. Daya terima terhadap makanan baru bayi yangmendapat ASI juga lebih baik, hal ini disebabkan bayi yang
    mendapat ASI telah mengenal rasa berbagai macam makananmelalui makanan yang dikonsumsi ibunya sejak bayi dalamkandungan.
  3. Dibandingkan susu formula, ASI mempunyai efek yang lebih baik terhadap metabolisme tubuh bayi dan metabolisme hormon seperti misalnya insulin dan leptin dalam kaitan pengaturan dan deposit lemak tubuh. Hal ini yang menyebabkan bayi yang mendapat ASI cenderung tidak obes dibandingkan yang mendapat susu formula.