Memilih Metode Sunat Terbaik untuk Dewasa

Sunat adalah prosedur membuang kulit prepusium penis atau kulup.
Pemilihan metode sunat sangat penting untuk dilakukan berhati-hati, khusus untuk sunat dewasa. Sebenarnya dari sisi kedokteran, secara garis besar sunat hanya dibagi menjadi dua cara, yakni dengan menjepit atau memotong.

LAYANAN RUMAH SUNAT DR MAHDIAN :
Call Center : 021-8242-0020
Whatsapp Chat : https://bit.ly/WebWaChat2
Pendaftaran Online : http://bit.ly/WebDaftarOnline

Namun metodenya memang berbeda-beda. Inilah beberapa metode sunat yang dikenal saat ini:

Memotong kulit prepusium penis.

Prosedur ini dilakukan dengan memotong kulup. Meski sama-sama memotong, alat yang digunakan berbeda-beda, bisa berupa pisau atau gunting bedah, kauter (listrik), dan laser.

1.Metode konvensional

Sunat konvensional menggunakan pisau atau gunting bedah untuk memotong kulup. Prosedurnya sama seperti bedah pada umumnya, yakni setelah kulup dipotong maka dilakukan penjahitan di seputar kulit yang dipotong, kemudian luka ditutup dengan perban.

Perawatan luka pasca sunat pada metode konvensional ini cukup menantang, karena perban harus diganti secara rutin. Risiko terjadi perdarahan dan infeksi juga lebih tinggi. Selain itu, risiko penis terpotong juga tinggi.

2.Sunat dengan laser

Sunat laser yang kerap disebut-sebut orang awam sebenarnya adalah sunat dengan menggunakan kauter. Kauter adalah sejenis pisau berarus listrik yang dengan daya tertentu bisa dipakai untuk  memotong ataupun menghentikan perdarahan.

Laser termasuk alat yang umum digunakan dalam operasi atau pembedahan lainnya. Sunat laser ini secara estetika menghasilkan bentuk yang lebih rapi karena kulit yang dipotong dan bagaimana bentuknya bisa disesuaikan tergantung dari masing-masing orang. Seperti halnya sunat konvensional, meskipun perdarahan yang dihasilkan lebih sedikit, risiko sunat laser adalah bengkak (edema) yang lebih besar dan lama.

Penis  hanya mempunyai perdarahan tunggal sehingga apabila tidak hati-hati, penggunaan kauter yang tidak standar dan berlebihan dapat berisiko terjadinya luka bakar dan kerusakan atau kematian ujung penis.

3. Sunat dengan gun stapler

Sunat dengan menggunakan gun stapler baru-baru ini tengah menjadi populer dikalangan masyarakat.  Alatnya berbentuk pistol , cara kerjanya kepala penis dimasukkan ke dalam gun stapler. Setelah itu, pelatuk ditarik untuk menggerakkan pisau bedah, maka kulup akan terpotong. 

Kelebihan dari alat ini adalah waktu tindakan sunat yang lebih singkat, potensi perdarahan lebih minimal, dan komplikasi pasca tindakan yang lebih sedikit dibandingkan sunat konvensional.

Menjepit kulit prepusium hingga mati dan terlepas

Metode sunat ini menggunakan klem, di mana kulit prepusium atau kulup dijepit selama beberapa hari hingga akhirnya karena suplai darahnya berhenti, jaringan menjadi mati dan terlepas dengan sendirinya.

Kelebihan metode ini adalah tidak ada perdarahan dan tidak perlu dijahit, apalagi menggunakan perban. Dengan begitu perawatan pasca sunat menjadi lebih mudah. Setelah tindakan, pasien bisa beraktivitas seperti biasa sambil menunggu klem dilepaskan kira-kira selama 7 hari.

Sayangnya, tidak semua pria dewasa dapat menggunakan klem.
Jika menggunakan klem, diameter penis maksimal yang dikhitan yaitu 3,4 cm. Jika diameternya lebih dari itu, maka harus menggunakan laser.

Untuk memastikan metode sunat dewasa mana yang paling cocok, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Namun, untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan, pilihlah metode sunat yang memiliki risiko paling minimal. Pilihlah, tempat sunat yang ditangani oleh dokter yang memang sudah berpengalaman dalam menangani sunat dewasa.