PENYEBAB DAN MENGATASI PARAFIMOSIS

Parafimosis adalah kondisi ketika kulit yang menutupi kepala penis (kulup) tidak dapat kembali ke posisi semula ke kepala penis setelah ditarik ke belakang. Kondisi ini dapat terjadi pada semua laki-laki segala usia, namun lebih sering terjadi pada bayi dan remaja yang belum disunat atau yang telah disunat namun menggunakan teknik sunat yang kurang tepat.

LAYANAN RUMAH SUNAT DR MAHDIAN :
Call Center : 021-8242-0020
Whatsapp Chat : https://bit.ly/WebWaChat2
Pendaftaran Online : http://bit.ly/WebDaftarOnline

Ketika kulit kulup tidak dapat kembali ke posisi semula, batang penis menjadi terjepit oleh kulup sehingga menyebabkan pembengkakan glans penis dan preputium. Akibatnya, aliran darah pada penis akan terhambat atau berhenti. Jika tidak segera ditangain dengan tepat, kondisi ini akan menyebabkan komplikasi yang serius.

Banyak yang keliru antara parafimosis dengan fimosis. Keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Fimosis sendiri merupakan kondisi ketika penis tidak dapat ditarik ke belakang. Fimosis biasanya terjadi pada bayi dan balita dan bukan kondisi yang serius.

Tanda Parafimosis

Tanda umum yang dapat terlihat adalah ketika kulup tidak lagi dapat ditarik kembali tempat semula (kepala penis). Namun, ada juga beberapa tanda lainnya, seperti:

  • Pembengkakan kepala penis
  • Nyeri pada penis
  • Perubahan warna ujung penis menjadi merah tua atau kebiruan yang mungkin terjadi karena aliran darah yang terhambat.

Jika mengalami kondisi tersebut, segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab

Penyebab umum pada kondisi ini adalah lupa mengembalikan posisi kulup setelah ditarik dan dibiarkan dalam waktu yang lama. Selain itu, ada beberapa faktor lain, di antaranya adalah:

  • Tidak disunat
  • Sunat yang dilakukan dengan teknik yang kurang tepat
  • Menderita infeksi akibat tidak menjaga kebersihan penis
  • Menarik kulup terlalu berlebihan
  • Memiliki kulup yang ketat
  • Menjalani kateter

Cara Mengatasi

Terdapat beberapa cara mengatasi parafimosis, namun semua bergantung pada umur dan kondisi yang dialami. Langkah awal adalah dengan memberikan kompres dingin pada area penis untuk membantu mengurangi pembengkakan. Selain itu, dapat memasang perban pada penis. Dokter biasanya akan menyuntikkan hyaluronidase, enzim yang dapat membantu mengurangi pembengkakan.

Langkah selanjutnya yang dokter lakukan setelah pembengkakan berkurang adalah mengembalikan kulup kembali ke posisi semula. Saat prosedur, kulup akan diberikan pelumas dan dokter akan memijat secara perlahan dan menarik kulup ke posisi semula. secara perlahan dan menarik kulit penis pasien.

Tindakan sunat mungkin akan dibutuhkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kondisi ini terulang. Pastikan untuk memilih klinik sunat yang tepat dan memiliki dokter yang berpengalaman. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, karena tindakan sunat yang kurang tepat dapat mengakibatkan parafimosis terjadi.