Sunat Klamp Terbaik Di Tahun 2016

Sudah hampir satu kita meningalkan tahun 2015, dan kini beralih ke tahun 2016. Tahun lalu telah banyak perkembangan pesat di teknologi, satu per satu teknologi baru mulai bermunculan dan menggantikan teknologi yang lama. Hampir teknologi dari segala macam aspek kehidupan mengalami pembarahuan, termasuk ke teknologi kesehatan khususnya teknologi dalam alam sirkumsisi atau yang lebih akrab kita sebut sunat atau khitan.

Meski termasuk tindakan medis ringan, sunat memegang pernan penting dalam banyak lapisan sosial di berbagai negara. Sunat banyak menjadi sebuah syarat untuk menandakan kedewasaan untuk ajaran agama dan budaya, kendati ringan tapi sunat tidak dapat dipandang sebelah mata bukan hanya karena menyangkut ajaran agama dan budaya tetapi juga berhubungan dengan alat reproduksi pria. Sunat seperti yang kita tahu adalah sebuah tindakan penghilangan kulup yang menutupi kepala penis, di banyak negara sunat dilakukan semenjak bayi.

Begitu juga di Indonesia yang sebagian besarnya adalah umat muslim, hal ini membuat sunat adalah tindakan medis yang paling terkenal dan umum. Di Indonesia sendiri sunat biasanya dilakukan ketika akan menjelang umumr remaja, biasanya mulai dari usia lima tahun sampai sepuluh tahun. Dari tahun ke tahun metode sunat selalu mengalami perubahan yang membuat tindakan ini semakin aman, dan nyaman untuk anak yang disunat.

Jika metode tradisional terkenal menyeramkan karena kebanyakan menggunakan peralatan non-medis dan dilakukan oleh orang yang juga non-medis membuat anak ketakutan setengah mati, belum lagi proses sunat sendiri tidak dilakukan tanpa peran anastesi. Tidak heran jika banyak anak yang kemudian menolak untuk disunat dan tidak jarang mengamuk pada saat proses akan dimulai.

Untungnya teknologi dalam metode sunat berkembang ke proses konvensional atau yang sering disebut laser, metode ini sudah jauh lebih mau ketimbang metode terdahulunya yaitu metode tradisional. Metode laser sendiri dilakukan oleh tenaga medis dan menggunakan peralatan medis yang aman dan steril, meski sudah berkembang ternyata metode laser pun masih memiliki kekurangan terutama dikenyamanan anak pasca dkhitan.

Luka jahitan yang biasanya terjadi pada metode laser membutuhkan perawatan yang agak menyusahkan terutama jika karakter anak cengeng atau penakut, belum lagi setelah proses anak kerap kesulitan dalam mengenakan celana dan pada akhirnya harus memakai sarung. Selain itu metode laser juga membuat anak kesulitan untuk beraktivitas setelah sunat, bahkan untuk mandi pun anak menemukan kesulitan yang berarti.

Dalam perjalan teknologi di dunia medis, banyak dokter-dokter di negara maju yang mulai mengembangkan alat sunat demi memudahkan proses sunat yang masih dilakukan dengan cara yang kurang steril dan metode lama di banyak negara. Salah satu kemajuan dalam dunia sunat dunia adalah diluncurkannya metode sunat baru yang kemudian dinamakan klamp di Jerman pada tahun 2001, setelah dirilis, alat sirukmsisi ini mendapatkan apresiasi yang baik dari berbagai macam negara (terutama negara yang memiliki tingkat tindakan sunat yang tinggi).

Munculnya alat sunat klamp memberikan kemudahan kepada pasien dan dokter yang melakukan sunat, untuk dokter sendiri sunat dengan metode klamp lebih mudah diterapkan dan terhitung lebih cepat dari cara sunat lama. Sedangkan untuk anak yang disunat, metode klamp, membuat mereka merasakan rasa sakit yang lebih sedikit, prosesnya cepat, dan setelah sunat pun anak bisa langsung beraktivitas seperti biasa. Hasil kosmetiknya pun lebih baik dari pada metode laser karena luka sunat dapat dilindungi dengan sempurna, sedikit pendarahan, dan luka lebih cepat sembuh dari pada metode sebelumnya.
Metode klamp ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, dan diterapkan di banyak negara-negara yang menerapkan sunat untuk menaggulangi penyebaran penyakit HIV dan demi meningkatkan keseharan alat reproduksi pria dewasa nantinya. Tidak terkecuali di Indoensia, mulai tahun 2006 Rumah Sunatan muncul dan memperkenalkan metode klamp kepada khalayak luas di Indonesia, sebagai pusat sirkumsisi anak dan dewasa, Rumah Sunatan tidak hanya menghadirkan konsep baru yang menyenangkan tetapi juga menerapkan metode baru berupa klamp sehingga tindakan sunat di Indonesia semakin baik lagi.

Dalam perjalanannya, Rumah Sunatan dengan tanggap menerapkan rekomendasi WHO segera setelah dirilis. Rekomendasi ini berupa penerapakan alat sirkumsisi sekali pakai demi menghindari infeksi dan penyebaran penyakit dan bakteri, dan hal ini pun menjadi satu lagi keunggulan Rumah Sunatan dalam menghadirkan layanan sunat untuk masyarakat Indonesia. Bercermin kepada motto ‘with care with love’, Rumah Sunatan terus berinovasi untuk tetap menjadi pusat layanan sirkumsisi terpercaya dan terbaik di Indonesia.

Meski sudah diterapkan dari tahun 2006, tetapi tidak berlebihan rasa jika kita menjadikan tahun 2016 ini menjadi tahun untuk menggunkan cara sunat klamp yang merupakan cara sunat terbaik di Indonesia saat ini. Rumah Sunatan adalah klinik sunat yang ikut mengembangkan metode sunat klamp di Indnesia, dan masih menjadi klinik sunat yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia.

POST REPLY