Sunat, Jadikan Idul Fitri Insan Yang Sehat Jasmani dan Rohani

Libur lebaran/Idul Fitri yang cukup panjang menjadi momentum yang tepat untuk anak melakukan khitan (sunat). Sehingga saat masuk sekolah kembali, anak sudah bisa beraktivitas seperti biasanya karena luka sunat telah sembuh dan orangtua tak lagi perlu khawatir.

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat Allah SWT dan penuh ampunan bagi semua umat muslim yang beriman. Selama bulan ini, manusia dibersihkan dari segala noda, cela, penyakit melalui pelaksanaan ibadah puasa dan ibadah-ibadah serta amalan lainnya. Sehingga setelah mencapai Hari Raya Idul Fitri, menjadikan insan yang bertaqwa serta sehat jasmani dan rohani.

Salah satu yang dapat dilakukan ketika bulan puasa adalah sunat. Sunat bukanlah hal yang dilarang maupun dapat membatalkan puasa. Sunat selama bulan puasa selain telah berhasil menjalankan syariat Islam, juga dapat memperoleh manfaat bagi kesehatan jasmani.

Di Indonesia biasanya anak yang disunat mencapai usia 5-13 tahun. Namun, tahukah Anda jika sunat sebaiknya dilakukan sejak dini? Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, waktu yang baik untuk sunat adalah ketika masih bayi. Pada usia bayi, perubahan jumlah sel manusia terjadi paling cepat dan paling banyak. Maka, jika terdapat luka paling cepat sembuh karena sel akan beregenerasi paling bagus saat itu.

Ketika anak berusia kurang dari 6 bulan, biasanya mereka belum bisa tengkurap, jadi akan lebih memudahkan proses keringnya luka. Namun, sebenarnya sunat dapat dilakukan kapan saja tergantung kesiapan psikis anak dan orangtua. Hanya saja, lebih cepat akan lebih baik bagi anak.

Manfaat Sunat

  • Sunat Dalam Islam

Sunat selalu identik dengan alasan keagamaan, khususnya agama Islam. Dalam Islam, sunat hukumnya wajib bagi setiap laki-laki. Ada beberapa manfaat sunat menurut ajaran agama Islam, yaitu:

  1. Sunat menjadi bukti kalau seseorang tunduk kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS
  2. Sunat menjadi cara sucikan tubuh dan merupakan ajaran Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah SAW.
  3. Sunat merupakan salah satu syariat Islam
  4. Sunat menjadikan tubuh lebih bersih dan suci sehingga terhindar dari najis. Seseorang yang tidak disunat, maka sisa air seni tertahan di kulup. Tidak sah shalat seseorang apabila masih ada najis yang melekat/tersisa pada tubuhnya. Dengan sunat, maka najis (air mani) yang tersisa di sekitar kulup akan lebih mudah dibersihkan saat seseorang membasuh kemaluannya setelah buang air kecil.
  • Sunat Dalam Medis

Istilah sunat dalam medis dikenal dengan sirkumsisi. Jika dulu praktik sunat dilakukan karena alasan agama, saat ini sunat juga dilakukan karena alasan kesehatan. Berikut manfaat sunat yang membantu bagi kesehatan:

  1. Mengurangi risiko penyakit infeksi menular seksual seperti, HIV/AIDS, herpes atau sifilis.
  2. Mencegah penyakit pada penis seperti fimosis, parafimosis, balanitis, dan balanopostitis.
  3. Mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang merujuk kepada masalah ginjal. Biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak yang tidak disunat.
  4. Mengurangi risiko kanker penis.
  5. Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan.
  6. Penis yang disunat lebih mudah dibersihkan, kesehatannya lebih terjaga dibandingkan yang tidak sunat.

Metode Sunat Saat Idul Fitri

Jika Anda telah memutuskan untuk mengkhitankan anak Anda baik sebelum Idul Fitri ataupun setelah idul fitri, sebaiknya kenali terlebih dahulu metode sunat apa saja yang ada. Lalu, konsultasikan dengan dokter sunat Anda.

  • Mahdian klem

Saat ini, metode sunat paling popular untuk anak-anak adalah metode sunat klem. Klem sunat yang digunakan adalah Mahdian klem, yang diciptakan oleh dr. Mahdian Nur Nasution SpBS. Kelebihan metode ini adalah minim perdarahan dan tidak perlu dijahit, apalagi menggunakan perban. Dengan begitu perawatan pascasunat menjadi lebih mudah. Setelah tindakan, pasien bisa beraktivitas seperti biasa sambil menunggu klem dilepaskan kira-kira selama 5 hari. Mahdian klem sudah memiliki hak paten dan izin edar.

  •  Gun Stapler

Metode sunat Gun Stapler biasanya populer dikalangan dewasa, namun anak-anak pun juga bisa menggunakannya. Kelebihan dari alat ini adalah waktu tindakan sunat yang lebih singkat, potensi perdarahan lebih minimal, dan komplikasi pascatindakan yang lebih sedikit dibandingkan sunat konvensional.

 

 

 

Rumah Sunat dr. Mahdian sebagai klinik khusus sunat terbesar di Indonesia dan berpengalaman sejak tahun 2006 biasanya baik sebelum ataupun setelah lebaran ramai dikunjungi oleh pasien khitan anak-anak. Bahkan ada beberapa anak yang menggunakan uang lebarannya untuk membayar biaya sunat. Secara tidak langsung, orangtua telah mengajarkan anak untuk mandiri dan membangun rasa tanggung jawab. Peran orangtua sangat penting dalam mendukung anak agar mereka mau disunat.

 

Segenap tim Rumah Sunat dr. Mahdian mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minkum, Minal ‘Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.”