Sunat Bayi

Baru-baru ini sebuah kelompok dokter anak di Amerika Serikat yang cukup berpengaruh mengungkapkan bahwa sunat bayi atau yang dikenal juga sirkumsisi pada bayi memberi manfaat kesehatan yang jauh lebih banyak pada tubuh sang anak. Asosiasi dokter anak di wilayah Amerika menyatakan bahwa data yang mereka miliki menunjukkan kalau sunat bayi akan mengurangi tingkat risiko terkena kanker penis, infeksi saluran air seni, dan penularan penyakit seksual semacam HIV, Ghonore, dll.

LAYANAN RUMAH SUNAT DR MAHDIAN :

Call Center : 021-8242-0020

Whatsapp Chat : https://bit.ly/WebWaChat2

Pendaftaran Online : http://bit.ly/WebDaftarOnline

Prinsipnya adalah semakin cepat proses atau tindakan sunat anak dijalankan maka semakin cepat proses pencegahan terseebut dilakukan, maka semakin baik hasil yang akan didapat. Namun demikian asosiasi dokter anak itu juga menekankan bahwa keputusan terakhir ada di tangan orangtua anak.

Jumlah klinik sunat sendiri telah turun drastis di Amerika karena sebelumnya telah timbul opini atau anggapan bahwa sunat bayi berisiko dan memberi manfaat medis yang relatif bisa diabaikan. Pernyataan semacam ini tentunya akan menjadi semacam dukungan terhadap sunat atau khitan anak dilakukan, dimana tentunya hal ini merupakan sebuah perubahan dari sikap mereka sekitar 13 tahun dimana sebelumnya yang selalu netral.

Di beberapa negara bagian Amerika bahkan menolak untuk memasukkan tindakan medis sunat atau khitan ke dalam bagian dari jaminan asuransi kesehatan mereka. Walau terjadi penurunan praktek sunat di Amerika, sekitar separuh anak laki-laki di Amerika atau sekitar 1 juta anak masih menjalani tindakan medis ini. Terutama di daerah dengan penduduk Muslim atau Yahudi yang mewajibkan sunat bagi anak laki-laki. Tujuan dari dilakukan tindakan sunat bayi adalah untuk membuka kulit di ujung penis agar kepala penis terbuka dan mudah untuk membersihkan penis tersebut. Praktik ini bisa mengurangi kemungkinan penyakit tumbuh di bawah kulit penis, seperti kanker penis, prostat, dan HIV.

Sikap dari para asosiasi dokter anak ini cukup disesalkan oleh psikolog Ronald Goldman, direktur sebuah kelompok anti-khitan Amerika. Menurut Goldman manfaat kesehatan yang disebut asosiasi dokter anak itu cacat bukti dan bahwa dukungan mereka terhadap khitan sama sekali tidak bisa diterima. Goldman berpegang bahwa proses penyunatan berpotensi menimbulkan trauma. Sementara organisasi medis lain, yaitu asosiasi medis Amerika, dan akademi dokter keluarga Amerika menyatakan mereka berada di posisi netral terhadap persoalan khitan ini.
Sekitar pertengahan tahun 2010 lalu, para ahli masih berdebat soal manfaat sunat bayi. Seorang peneliti dari Australia mengatakan belum ada bukti kuat yang menunjukkan hubungan antara bayi atau balita yang di sunat dengan berkurangnya risiko penyakit menular seksual setelah dewasanya kelak. Bahkan tindakan khitan saat bayi atau balita dikhawatirkan berdampak buruk bagi psikologisnya. Hanya saja ulama besar, Imam Nawawi menyarankan akan lebih bagus sunat dilakukan ketika usia menjelang baligh.

Sekali lagi, semua hasil penelitian tersebut kembali kepada orangtua untuk memutuskan akan mengkhitan anak ketika masih bayi atau setelah cukup umurnya. Karena itu semua juga harus dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, seperti jenis atau metode sunat yang digunakan, tempat klinik sunat yang dipilih, serta bagaimana perawatan orangtua pasca khitan di rumah. Rumah Sunatan sebagai pelopor klinik khitan modern menyediakan pelayanan sunat dari usia anak 0-13 tahun untuk menggunakan metode klamp, usia 14-20 tahun dengan metode cauter, serta untuk sunat dewasa dengan metode laser. Dengan pelayanan dan inovasi yang diberikan rumah sunatan menjadi klinik sunat yang wajib anda pilih untuk mengkhitan keluarga anda.

POST REPLY