Tanda Luka Sunat Infeksi Yang Perlu Diketahui

Tanda luka sunat infeksi sangat penting untuk diketahui oleh Anda atau para orangtua yang putranya baru saja melakukan sunat.

Sunat atau sirkumsisi merupakan tindakan bedah kecil yang akan meninggalkan luka setelah pelaksanaannya, sehingga memerlukan prosedur perawatan khusus untuk mencegah terjadinya infeksi.

Setelah melakukan sirkumsisi, pada umumnya membutuhkan waktu tujuh sampai sepuluh hari agar bekas luka kering dan menutup dengan sempurna. Namun, semua kembali lagi pada sistem kekebalan  tubuh masing-masing orang untuk menyembuhkan luka. Jika luka sulit kering dan menimbulkan tanda-tanda di bawah ini, maka bisa jadi bekas luka tersebut terkena infeksi.

Tanda Luka Sunat Infeksi

Infeksi merupakan komplikasi yang dapat terjadi pascasunat, meskipun jarang terjadi. Namun, Anda tetap perlu mewaspadainya. Berikut adalah beberapa tanda luka sunat yang mengalami infeksi.

  1. Kemerahan
  2. Bergelembung yang berisi nanah dan bau
  3. Rasa sakit yang tak kunjung membaik bahkan semakin intens
  4. Bengkak
  5. Demam tinggi

Segera periksakan diri ke dokter apabila  mengalami gejala di atas untuk mencegah kondisi yang semakin parah.

Penyebab Luka Sunat Infeksi

Jika bekas luka sunat mengalami tanda-tanda infeksi seperti di atas, maka kemungkinan penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Teknik pembedahan yang kurang tepat

Penggunaan metode sunat perlu dipilih dengan tepat karena tidak semua metode sunat cocok. Pada beberapa kasus, seperti anak gemuk yang tidak dapat menggunakan metode sunat klem, mereka harus menggunakan metode khusus yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah.

  1. Tindakan asepsis tidak dipertahankan selama proses sunat berlangsung

Tindakan asepsis adalah upaya untuk mencegah masuknya mikroorganisme yang terdapat pada permukaan benda hidup. Itulah sebabnya tindakan asepsis perlu dipertahankan sebaik mungkin.

  1. Ruang dan instrumen tindakan sirkumsisi yang kurang steril

Kebersihan ruangan dan sterilisasi alat-alat yang digunakan saat sunat perlu diperhatikan. Dokter pun wajib menjalankan protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan penggunaan APD yang sesuai standar.  Apabila hal-hal tersebut terabaikan, maka berisiko membuat  mikroorganisme dan kotoran dapat dengan mudah mengontaminasi bekas luka tersebut.

  1. Kekurangan Zat Gizi Tertentu

Defisiensi vitamin tertentu, kalsium, seng, magnesium juga dapat mengganggu proses penyembuhan luka. Bila proses ini tergganggu kemungkinan dapat berpotensi mengakibatkan infeksi.

Vitamin A, B, C, D, kalsium, seng, magnesium, serta zat besi adalah zat gizi mikro yang sangat berperan dalam proses penyembuhan luka. Jika kekurangan zat gizi tersebut, maka proses penyembuhan luka akan lama. Semakin lama penyembuhan pada bekas luka sunat, maka semakin besar peluang mengalami infeksi.

Baca juga: Proses Penyembuhan Luka

  1. Perawatan yang kurang tepat

Langkah perawatan yang tepat bisa menyesuaikan dengan kondisi dan metode yang saat melakukan sunat. Menurut buku “KLEM, Revolusi Sunat Modern” yang digagas oleh dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, langkah-langkah perawatan pascasunat, sebagai berikut:

  • minum obat analgetik secara teratur agar dapat membantumeredakan rasa nyeri yang mungkin timbul pada bekas luka
  • kompres area penis jika terjadi pembengkakan dengan menggunakan kasa dan iodin,
  • bersihkan dan keringkan tabung dan klem setelah buang air besar atau buang air kecil,
  • jaga kebersihan area penis dengan wash lap antisepticagar kuman dan bakteri tidak berkembang biak,
  • beri obat tetes sunat 3 kali sehari sebanyak 2 tetes di dalam tabung dan 2 tetes di kulit luka sunat,
  • pastikan celana sunat atau pelindung lainnya melindungi penis dengan baik agar tidak menggesek luka.